AYOJAKARTA.COM - Terlepas dari kasus perceraian Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika, akun Instagram @dedimulyadi71 juga ramai perihal perhatiannya terhadap nelayan.
Perhatian Dedi Mulyadi terhadap nelayan ini diungkapkan dalam Raker dengan Menteri KKP, Perikanan Indonesia dan PT Garam.
Wilayah kelautan Indonesia sangat luas sekitar 3.273.810 km² sehingga banyak penduduknya yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Sama halnya dengan petani, nelayan juga bisa mengalami paceklik jika cuaca tidak mendukung untuk melaut.
Baca Juga: Nuansa Kesedihan di Balik Pernyataan Ambu Anne Atas Keputusannya Menggugat Perceraian Kang Dedi
Dedi Mulyadi mengungkapkan ketika paceklik ikan beda dengan petani.
"Petani bisa menyimpan gabah, sementara nelayan tidak bisa menyimpan ikan," ungkapnya.
Pada masa paceklik ini, banyak orang mengambil manfaat untuk memberikan pinjaman berbunga salah satunya bank plecit.
Bank keliling ini merupakan lembaga yang bukan bank atau perorangan yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi serta penagihan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Tentunya hal ini sangat merugikan bahkan memberatkan masyarakat termasuk di dalamnya nelayan.
Selain itu, hampir sebagian besar area nelayan Indonesia sanitasinya buruk.
Sementara kemampuan Kementerian Kelautan sangat terbatas dalam aspek penanganan bencana di daerah pantai.
Oleh karenanya, Dedi Mulyadi meminta Kementerian Kelautan membentuk sebuah dirjen khusus guna menangani infrastruktur.
Hal ini seperti dikutip ayojakarta.com dari Instagram @dedimulyadi71 pada Jumat (20/1/2023).
"Saya rasa tidak ada salahnya Kementerian Kelautan membentuk satu dirjen yang khusus menangani infrastruktur," tuturnya.
"Agar infrastruktur kelautan kita terpenuhi dengan baik," lanjut Dedi Mulyadi.***

Share this article
Dedi Mulyadi meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia membentuk dirjen khusus untuk nelayan.