AYOJAKARTA.COM -- Calon presiden potensial dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, mengungkapkan bahwa masalah kemungkinan dua poros pengusung dalam Pilpres 2024 bukanlah perhatian utamanya. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengambil langkah-langkah antisipatif.
"Kami konsentrasi kepada Koalisi Perubahan. Kita sudah solid, kita siap menyongsong Pemilu dan Pilpres. Jadi nanti apakah akan ada berapa pasang dan lain-lain bagi kami itu nonisu. Karena isunya bagi kita adalah bagaimana kita siap mengantisipasi," ucap Anies Baswedan di Jalan Brawijaya X, Jakarta Selatan.
Anies Baswedan menegaskan bahwa fokusnya saat ini hanya pada Pilpres 2024. Dia pun menolak untuk memberikan komentar mengenai kemungkinan duet antara Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Jika Kamu Bisa Lihat 9 Wajah, Berarti Kamu Cerdas di Atas Rata-rata
"Ya bukan kita yang mengomentarinya dong, oke," ucapnya.
Sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat, yang menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, membuka kemungkinan adanya duet antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dalam Pilpres 2024.
Menurutnya, situasi politik menjelang Pilpres 2024 masih sangat dinamis. Terlebih, masih ada satu bulan sebelum pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih mungkin terjadi berbagai perkembangan politik yang berpengaruh.
"Semua kemungkinan masih bisa, ya kan? Semua kemungkinan masih bisa," ucap Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
Walau begitu, ia mengakui bahwa ia tidak memiliki pengetahuan apakah terdapat diskusi internal di PDIP mengenai potensi duet antara Ganjar-Prabowo.
Baca Juga: 7 Cara Mudah Hapus File Sampah Tersembunyi di Ponsel Android, Memori Auto Lega
Djarot kemudian membicarakan kemungkinan terjadinya Pilpres 2024 yang hanya melibatkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, seperti yang baru-baru ini disebutkan oleh Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi.
Ia meyakini bahwa salah satu pasangan calon presiden yang akan maju adalah yang mendapat dukungan dari PDIP, yaitu Ganjar Pranowo.
"Yang pasti gitu ya, yang solid, itu PDI Perjuangan, bersama-sama dengan bekerja sama dengan PPP, Hanura, Perindo ya, kenapa? Karena kami bisa mendaftar, tapi yang lain itu masih dinamis ya. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Burhanudin, apa yang disampaikan oleh Pak Jazilul Fawaid, misalnya gitu ya, itu bisa saja," ucapnya.
Selain itu, Djarot juga mengakui kemungkinan adanya tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2024, seperti yang tampaknya sedang berlangsung saat ini.
Baca Juga: Tes IQ: Bisakah Kamu Menemukan Ikan di Antara Hiu dalam 7 Detik? Uji Kemampuanmu di Sini
Pada tanggal 20 September, calon presiden potensial dari PDIP, Ganjar Pranowo, juga mengindikasikan peluang untuk berduet dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
"Tiga poros bisa, dua poros juga bisa, yang sulit untuk terjadi itu adalah satu poros atau empat poros," ucap Djarot.

Share this article
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa masalah kemungkinan dua poros pengusung dalam Pilpres 2024 bukanlah perhatian utamanya.