AYOJAKARTA.COM – Tiga bacapres peserta Pemilu 2024 menghadiri undangan makan siang bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Satu meja bersama Presiden Joko Widodo, tampak Anies Baswedan, Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto tampak sumringah.
Terkait dengan adanya acara makan siang tersebut, Pengamat Politik Adi Prayitno memberikan tanggapan.
Menurut Adi, salah satu yang ingin diperlihatkan dari momen makan siang tersebut ke publik adalah netralitas atau ketidak-berpihakan Presiden.
Selain itu, Adi menilai makna dibalik acara makan siang tersebut merupakan bentuk usaha Presiden dalam meredam situasi politik yang kian memanas.
“Karena eskalasi dan tensinya sudah mulai saling kritik, dan bahkan saling serang antara kandidat, baik oleh para timses, relawan ataupun influencer,” jelas Adi.
Baca Juga: Usai Makan Siang dengan Jokowi, Ini yang Disampaikan Prabowo, Anies, dan Ganjar
Karenanya, Adi berharap agar upaya-upaya yang dilakukan para kandidat capres juga diikuti oleh barisan pendukung di masing-masing capres.
Sehingga harapan sekaligus cita-cita yang menginginkan agar Pemilu berjalan dengan sejuk dan adem benar-benar bisa terealisasi.
Namun demikian, Adi tidak memungkiri bahwa eskalasi politik yang terjadi di akar rumput masih belum mencerminkan harapan akan Pemilu sejuk.
“Karena apapun judulnya, panggung belakang sudah mulai panas, eskalasinya mulai naik,” imbuh Adi.
Terlebih karena dalam beberapa bulan belakangan, adanya anggapan bahwa Presiden tidak lagi sejalan dengan PDIP semakin sering mencuat.
Adi menambahkan, yang diperlihatkan dari acara makan siang bersama tidak sepenuhnya dapat mewakili di balik hati.
Baca Juga: Makan Siang Bersama Jokowi, Anies Sampaikan Netralitas Pemilu
“Anies, Ganjar sudah tahu, kemana preferensi dan pilihan politik Jokowi di 2024 yang lebih condong ke Pak Prabowo pastinya,” ungkap Adi.
Sehingga kendati terlihat rukun dan guyub di permukaan, hal tersebut menurut Adi tidak sepenuhnya menggambarkan bagaimana kedekatan Jokowi dengan Ganjar.
Bergabungnya Gibran Rakabuming dengan kubu Prabowo, menurut Adi merupakan salah satu variabel yang dapat dipergunakan untuk menilai keberpihakan Jokowi.
Baca Juga: Apa Itu Gusdurian? Jaringan Gus Dur yang Disebut Ikut Dukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Terlebih bagi Anies Baswedan yang sejak awal memiliki pola dan tarikan nafas yang berbeda dengan Jokowi.
“Anies bahkan sering dianggap sebagai antitesa yang selalu berhadap-hadapan dengan Jokowi, itu hal umum dan publik sudah tahu,” jelas Adi.
Acara makan siang yang diadakan Presiden Joko Widodo sebagai bebas cawe-cawe dengan urusan Pilpres, menurut Adi belum berhasil membuat publik percaya.
Baca Juga: Klaim Idola Generasi Muda, Begini Julukan Pasangan Prabowo Subianto-Gibran
“Publik nggak percaya, Jokowi dianggap sudah punya preferensi dan pilihan politik, tapi setidaknya hangat, mesra dan guyub dengan semua capres,” pungkasnya dikutip Ayojakarta pada Senin, 30 Oktober 2023 dari Metro TV. ***

Share this article
Tiga bacapres hadiri makan siang dengan Presiden Jokowi, meski netralitasnya dipertanyakan. Hangat, tapi...