AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang menyeret Jessica Wongso kembali mencuat ke publik.
Meski telah tujuh tahun berlalu, usai rilis film dokumenter dari Netflix Ice Cold seakan membuka mata masyarakat sehingga banyak mendapat dukungan dan beranggapan bahwa Jessica Wongso tidak bersalah.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh satu ahli yang pada saat persidangan didatangkan oleh tim kuasa hukum Jessica Wongso sebagai saksi ahli digital forensik.
Saksi ahli ini adalah Rismon Sianipar yang merasa banyak kejanggalan dalam kasus kematian Mirna Salihin.
Hal ini berkaitan dengan CCTV yang sempat dianalisis olehnya dan merasa ada rekayasa CCTV dan ditampilkan dalam persidangan.
Ahli digital forensik ini menceritakan pengalaman saat dia menjadi saksi ahli yang didatangkan oleh kuasa hukum Jessica Wongso saat persidangan kasus kematian Mirna Salihin.
Menurutnya pada saat itu ada pertanyaan konyol yang diberikan oleh jaksa pada saat persidangan kepada dirinya.
“Memang seperti itu, yang paling saya inget itu pertanyaan yang mungkin agak konyol ya. Tentang sertifikasi laptop, saya kira itu pertanyaan di luar nalar sama sekali,” kata Rismon Sianipar YouTube Bravos Radio Indonesia, Senin (18/12/2023).
“Karena sertifikasi laptop itu urusan pabrikannya, kalau kita urusannya Anda pakai OS berapa bit itu kaitannya dengan resolusi dari aplikasi yang kita gunakan kan,” imbuhnya.
Bahkan ada fakta mengejutkan yang membuat Rismon sempat bertanya-tanya, Rismon Sianipar secara blak-blakan mengaku mendapatkan ancaman dari seseorang.
Hal ini terjadi pada saat persidangan kasus kematian Mirna Salihin setelah menyampaikan kesaksiannya.
“Satu lagi pada saat persidangan itu, ya saya nggak bisa sebutkan namanya ya. Tapi pada saat di persidangan di akhir itu ada seseorang yang terlihat menyalami saya,” ujarnya.
“Nggak bisa saya sebut namanya, ada ancaman di mana dia mengatakan ‘Ini tidak selesai di sini kita akan selesaikan di luar pengadilan’ itu ancaman itu saya pikir saya bilang silakan,” tambahnya.
Rismon Sianipar mengatakan bahwa pasti ada risiko yang harus ditanggung saat dirinya tengah menegakkan kebenaran dan keadilan.
Menurutnya apapun risikonya akan tetap dijalankan, kata Rismon Sianipar secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan bisa dibungkam meski mendapatkan ancaman.
“Ancaman itu saya pikir saya bilang silahkan saya bilang gitu, jadi inilah memang perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” ungkap Rismon Sianipar.
“Jadi saya pikir apapun risikonya ya terima gitu loh, yang pasti saya tidak akan pernah dibungkam karena ini keilmuan saya. Saya sudah belajar sejak tahun 94 tentang image processing,” sambungnya.***

Share this article
Saksi ahli ini adalah Rismon Sianipar yang merasa banyak kejanggalan dalam kasus kematian Mirna Salihin, berkaitan dengan CCTV? Kenapa?