Rismon Sianipar Ungkap Sosok yang Merekayasa Rekaman CCTV Kasus Jessica Wongso, Ternyata Punya Peran Ini dalam Sidang

Rismon Sianipar kekeh sebut ada rekayasa CCTV di kasus Jessica Wongso.
Rismon Sianipar kekeh sebut ada rekayasa CCTV di kasus Jessica Wongso.

AYOJAKARTA.COM – Rismon Sianipar merupakan salah satu orang yang getol mengungkap kejanggalan rekaman CCTV dalam kasus Jessica Wongso.

Sebagai informasi, dalam sidang Jessica Wongso di kasus kopi sianida 2016 silam, Rismon Sianipar merupakan Saksi Ahli Digital yang turut mendampingi Jessica.

Hanya saja keterangan yang disampaikan oleh Rismon Sianipar dalam persidangan kala itu tidak diterima oleh hakim.

Tujuh tahun berlalu sejak kasus kopi sianida tersebut mencapai putusan akhir, Rismon Sianipar masih terus membongkar kejanggalan rekaman CCTV dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Otto Hasibuan Ungkap Sosok Ini yang Bisa Ungkap CCTV Dalam Kasus Jessica Wongso

Salah satunya ketika Rismon Sianipar hadir dalam sebuah podcast YouTube Bravos Radio Indonesia.

Dalam podcast tersebut, pembawa acara menanyakan apa yang Rismon Sianipar temukan setelah tujuh tahun kasus kopi sianida tersebut berlalu.

Menjawab pertanyaan tersebut, Rismon Sianipar masih kekeh terhadap temuannya bahwa ada rekayasa CCTV di kasus Jessica Wongso itu.

“Temuan setelah tujuh tahun itu sangat komprehensif ya,” jawab Rismon.

Baca Juga: Kesaksian Hani saat Sidang Dicurigai, Otto Hasibuan: Bukan Jessica Wongso yang Ajak Ngopi di Kafe Olivier

“Saya bandingkan ternyata hampir semua file atau file video yang dilakukan yang diperiksa seperti kanal 2, kanal 3, kamera 3, kamera 7, kamera mahkota, dan kamera 9, kamera 1 mahkota juga itu juga direkayasa,” lanjutnya.

Kemudian pembawa acara tersebut kembali bertanya mengenai perbedaan antara BAP dari Ahli Digital Forensik Mabes Polri yakni AKBP Muhammad Nuh dan Ahli Digital Forensik Universitas Monash Australia yakni Christopher Hariman Rianto.

“Sebelum lagi ke situ, kita balik ke BAP lagi ya, tadi kan Anda bilang kurang waktu untuk mempelajari BAP karena kan modal Anda untuk menjadi saksi ahli itu adalah mempelajari BAP dari saksinya JPU jadi M Nuh sama Christoffer itu ya, nah terus Anda melihat ada perbedaan antara yang di BAP-nya Christopher dengan yang di BAP-nya M. Nuh. Nah itu Anda sadari saat itu apa baru sekarang ini?” tanya pembawa acara kepada Rismon.

Rismon Sianipar pun langsung menjawab seperti berikut, “Saat itu sudah saya sadari.”

Baca Juga: Bukan di Perusahaan Farmasi! Otto Hasibuan Ungkap Pekerjaan Jessica Wongso di Australia yang Sebenarnya

Langsung ditanya lagi oleh pembawa acara, lantas apa yang saat itu disampaikan oleh Rismon Sianipar.

Lalu Rismon Sianipar menjelaskan jika saat itu dirinya menyampaikan soal temuan berbeda dalam dua BAP tersebut.

“Saya sampaikan bahwa saya temukan dengan membandingkan dua BAP ini bahwa dalam 1 kamera berbeda rentang 1 jam itu memiliki resolusi yang berbeda,” jelas Rismon.

Lebih lanjut ia menerangkan, “Jadi yang satu mengatakan FHD (Full High Definition), yang satu mengatakan 960x576 Standard Definition dan itu rekayasa.”

Setelah mendengarkan jawaban Rismon, sang pembawa acara kembali menanyakan, manakah menurut Rismon dari kedua BAP tersebut yang direkayasa.

Baca Juga: Jaksa Kasus Jessica Wongso Diduga Rekayasa CCTV, Rismon Sianipar Bongkar File Mana Saja yang Diubah

“Dan menurut Anda yang mana yang merekayasa dari dua itu? Christopher atau M.Nuh dari BAP-nya dua orang itu?” tanya pembawa acara dalam podcast tersebut.

Kemudian dijawab langsung oleh Rismon, “Muhammad Nuh, dia yang melakukan down scalling, down scalling itu menyebabkan objek menjadi kasar dan kabur.”

Pembawa acara kembali bertanya, “Oke, jadi Christopher mengatakan bahwa dari BAP-nya menyebutkan bahwa itu Full HD, lalu Muhammad Nuh menyatakan itu SD (Standard Definition). Dan menurut Anda itulah rekayasanya?”

Rismon menjawab dengan yakin jika hal itu adalah rekayasa, “Iya, itu rekayasa dan itu pantang untuk dilakukan.”

Lebih lanjut, Rismon Sianipar juga menjelaskan alasannya menyebut Muhammad Nuh yang merekayasa dan bukan Christopher.

“FHD itu adalah sebuah frame yang penuh, namanya resolusinya lebih tinggi yang HD resolusinya lebih rendah, informasi lebih rendah dan itu yang mungkin tampak pada akhirnya yang kita lihat sekarang ini bahwa kualitas videonya di bawah HD gitu ya, ada blur ada burem dan sebagainya,” jelas Rismon Sianipar.

“Blur, burem, berbayang, artefaknya kasar, pinggir-pinggir tapi itu kasar, itu akibatnya dari skilling down 990 ke 960,” lanjutnya lagi.

Terakhir pembawa acara kembali meyakinkan jawaban Rismon dengan menanyakan, “Jadi Anda merasa ada rekayasa di sini, menurut Anda yang melakukan siapa?”

“Muhammad Nuh,” jawab Rismon dengan nada penuh keyakinan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Jessica Wongso
# CCTV
# rismon sianipar

News Update

Metropolitan

Pramono Anung Ijinkan Transportasi Jadul di Jakarta Tetap Beroperasi, Asalkan...

Pramono Anung mengatakan bahwa seluruh transportasi yang ada di Jakarta, termasuk kancil dan bajaj qute diperbolehkan beroperasi.

Bisnis

Inspirasi PNM Mekaar di Hari Anak Nasional: Kisah Veronika Reni, Ibu yang Tak Pernah Menyerah dan Lima Tahun Juara Satu

Kisah Veronika Reni dan PNM Mekaar di Hari Anak Nasional. Perjuangan ibu yang tak pernah menyerah hingga lima tahun juara satu.

Metropolitan

Rute, Jadwal Keberangkatan dan Harga Tiket Bus Wisata Open Top Tour Jakarta Batavia

Open Top Tour Jakarta Batavia, bisa jadi salah satu pilihan wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Jakarta.

Ekonomi

KPM Siap-siap! Pemerintah akan Salurkan Bansos Melalui Koperasi Desa Merah Putih per September 2026

Skema baru ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penyaluran bansos agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh KPM.

Jakarta Selatan

INFO Warga Jagakarsa-Mampang Prapatan! Sudin KPKP Jakarta Selatan Gelar Program Program Sterilisasi Kucing Lokal Gratis, Cek Jadwalnya

Kegiatan ini jadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mengendalikan populasi kucing lokal secara humanis di Jakarta Selatan.

Jakarta Selatan

Dishub DKI akan Bangun Pelican Crossing di Jalan Kapten Tendean, Solusi Sementara Pengganti JPO yang Belum Diperbaiki Usai Ditabrak Truk

Kepala Dishub DKI, Budi Awaluddin, mengatakan pelican crossing dipilih agar masyarakat tetap memiliki akses penyeberangan yang aman.

Metropolitan

MRT Jakarta dan KAI Siapkan Integrasi Stasiun MRT Monas-Gambir, Perkuat Konektivitas Transportasi Ibu Kota

Integrasi ini menghubungkan Stasiun MRT Monas di sisi barat kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan Stasiun Gambir yang terletak di sisi timur.

Metropolitan

Sisa Makanan Dominasi Sampah Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Aturan Baru Cegah Food Waste di Sektor Usaha

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah organik di Jakarta.

Metropolitan

Hadiah Capai Rp74 Juta, Dinas Bina Marga Ajak Pelajar dan Mahasiswa Bikin Film Pendek Soal Infrastruktur Jakarta!

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar Kontes Film Pendek Dinas Bina Marga 2026 bertajuk "Semua Perjalanan Berawal dari Sini".

Metropolitan

Pemprov DKI Kucurkan Rp249 Miliar untuk Rehab 4 Sekolah Rusak, Pramono Anung: Pendidikan Prioritas

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pihaknya telah menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp249 miliar untuk merehabilitasi total empat gedung sekolah yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Bisnis

Tempo Scan Gandeng SBPG Dirikan JV Dukung Kemandirian Farmasi

PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) mengumumkan penandatanganan kerja sama joint venture bersama Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), anak perusahaan dari Sino Biopharmaceutical

Sport

Inilah Alasan Mengapa Chelsea Rela Pecahkan Rekor Transfer Fantastis Demi Datangkan Morgan Rogers

Chelsea rekrut Morgan Rogers dari Aston Villa seharga €138 juta (Rp2,8 T), memecahkan rekor pemain Inggris. Fleksibilitas taktik Xabi Alonso serta chemistry dengan Cole Palmer jadi alasan utama.

News

Pidato Prabowo Kembali Kontroversial, Sebut Wartawan hingga LSM 'Londo Ireng' Masa Kini!

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto kembali tuai kontroversi usai sebut pihak-pihak sebagai "Londo Ireng" pada masa kini.

Viral

Viral! Rumah Guru ASN di Tanjungbalai Digeruduk Massa, Diduga Lecehkan Murid SD Yatim Piatu

Saat Hari Anak Nasional 2026, masyarakat dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan ratusan warga mengepung rumah seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Jakarta Utara

Rekayasa Lalin Sudinhub Jakut Atasi Kemacetan Akibat Penumpukan Peti Kemas di Cakung-Cilincing!

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara terus melakukan optimalisasi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Cakung-Cilincing.

Jakarta Pusat

Kasus Satpam Bundaran HI vs Sopir Alphard, Pramono: Terbukti Gunakan Pelat Palsu dan Terakam CCTV Melanggar Wajib Disanksi

Pramono Anung, buka suara terkait video viral keributan antara seorang petugas keamanan (satpam) dengan sopir mobil Alphard di kawasan penyeberangan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Jakarta Pusat

Hari Kelima Demo di Jakarta Masih Berlanjut, Catat 4 Titik Unjuk Rasa di Jakarta Pusat Hari Ini!

Masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Jakarta Pusat diimbau untuk mewaspadai potensi kepadatan arus lalu lintas pada hari ini, Jumat, 24 Juli 2026.

Ekonomi

Korban Pelecehan DC Kredivo Alami Trauma Berat, Manang Soebeti Minta Komnas Perempuan dan Polda Jateng Turun Tangan

Kasus dugaan pelecehan oleh oknum DC Kredivo di Purworejo buat korban trauma berat. Pihak Komnas Perempuan hingga OJK diminta turun tangan, sementara Kredivo janji usut tuntas oknum mitra terkait.

Metropolitan

Tekan Volume Sampah! Pemprov DKI Ajak Warga Jakarta Bijak Kelola Pangan dan Rutin Pilah Sampah

Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai membiasakan diri bijak dalam mengelola pangan guna menekan volume sampah di Ibu Kota.

Jakarta Utara

Sempat Jadi Sorotan, Sudin LH Jakut Gerak Cepat Bersihka Tumpukan Sampah di Rusun Waduk Pluit!

Sebagai informasi, penanganan sampah di lokasi tersebut ditargetkan tuntas dalam waktu 10 hari, terhitung sejak Rabu, 15 Juli 2026 lalu.