AYOJAKARTA.COM — Pengungsi Rohingya terlihat menangis histeris kala hendak dipindah paksa oleh mahasiswa di Aceh.
Pengungsi rohingya hendak dipindah paksa dari Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA) menuju kantor Kemenkumham Aceh oleh ratusan mahasiswa.
Aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Tolak Pengungsi Rohingya tersebut, adalah bentuk desakan kepada DPR Aceh agar mengeluarkan pernyataan untuk menolak etnis Rohingya.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut mendatangi BMA untuk menemui pengungsi rohingya dan memindahkan mereka.
Baca Juga: Geger! Mahasiswa Pindahkan Paksa Pengungsi Rohingya dari Penampungan di Balai Meuseuraya Aceh
Pengungsi Rohingya yang berjumlah kurang lebih 137 orang kemudian dinaikkan ke beberapa mobil yang sudah disiapkan oleh para mahasiswa.
Dalam tayangan di kanal YouTube Official iNews, terlihat tangisan dan jeritan histeris dari para pengungsi Rohingya yang sedang dipindah paksa.
Korlap aksi Mahasiswa Tolak Pengungsi Rohingya, T. Wariza mengungkapkan bahwa para pengungsi tersebut merupakan tanggung jawab imigrasi.
Ia mengungkapkan bahwa pengungsi rohingya akan ditempatkan di kantor Kemenkumham sampai batas waktu yang ditentukan.
"Untuk mampu menerima (pengungsi) rohingya di sini, sampai batas waktu yang ditentukan," kata Wariza, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Jumat, 29 Desember 2023.
Wariza mengungkapkan batas waktu yang mereka tentukan adalah setelah pemerintah Aceh mengeluarkan statement pengungsi Rohingya dipindah ke luar Aceh.
Namun, Wirza mengatakan bahwa Kemenkumham Aceh tidak mau menandatangani hal tersebut. Sehingga, pengungsi rohingya akan tetap ditempatkan di kantor Kemenkumham Aceh.
"Ketika keluar pernyataan bahwa mereka (pengungsi rohingya) dapat dipindahkan keluar Aceh, maka itu selesai," ucapnya.
"Tapi sayangnya pihak Kemenkumham tidak mau menandatangani," lanjutnya.***

Share this article
Pengungsi rohingya hendak dipindah paksa dari Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA) menuju kantor Kemenkumham Aceh oleh ratusan mahasiswa.