AYOJAKARTA.COM – Sosok pengacara senior Alvin Lim belakangan terus menjadi perbincangan dan mencuri perhatian publik.
Pasalnya Alvin Lim dinilai sangat berani lantaran membongkar kebobrokan hukum dan peradilan di Indonesia usai dirinya bebas dari penjara.
Salah satunya, Alvin Lim membongkar soal adanya mafia hukum yang banyak terdapat diberbagai lapas maupun rutan.
Bahkan dalam pernyataannya, Alvin Lim mengungkap jika para tahanan banyak yang menjadi korban pemerasan oleh para oknum atau petugas dari lapas maupun rutan tersebut.
Dimana pemerasan tersebut biasanya dilakukan para oknum dengan cara memberikan harga fantastis kepada tahanan yang ingin membeli kamar.
“Setelah lepas dari mapenaling kalau anda mau kamar yang bagus anda bisa pilih mau kamar sendiri , mau kamar berdua, mau kamar bertiga, berlima ya tentu kamar yang lebih eksklusif lebih mahal,” terang Alvin Lim.
“Saya ada tahu satu orang di lapas salemba itu yang bayar untuk beli tiga kamar sekaligus, itu senilai Rp1,5 miliar itu dia bayar untuk mendapatkan tiga kamar, untuk beli tiga kamar,” imbuhnya.
Tak hanya itu saja, Alvin Lim juga sempat menyinggung terpidana Ferdy Sambo yang menurut penuturannya tidak pernah berada di Lapas Salemba namun di gedung ber-AC.
Baca Juga: HORE! Pendaftaran Kartu Prakerja 2024 Gelombang 63 Sudah Dibuka, Segera Dapatkan Bantuan Rp4,2 Juta
Lainnya, Alvin Lim juga mengungkit soal kasus Jessica Wongso yang jadi bukti nyata bobroknya kondisi hukum dan peradilan di Indonesia.
Lantas apakah yang mendasari keberanian Alvin Lim untuk mengungkapkan berbagai pernyataan tersebut?
Dilansir oleh akun TikTok @akbarfaizal_uncensored pada (10/1/24), Alvin Lim rupanya memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya membuka semua fakta yang ia ketahui soal banyaknya mafia hukum di negeri ini.
Salah satunya, ia mengaku telah disadarkan oleh Tuhan melalui penyakit kronis yang kini dideritanya.
Saya disadarkan oleh Tuhan bahwa hidup saya nggak lama, saya ini sudah kena gagal ginjal stadium 5,” ungkap Alvin Lim.
Kemudian yang lebih mengejutkan, Alvin Lim juga mengaku jika umurnya divonis dokter hanya tinggal 2 tahun lagi karena penyakitnya tersebut.
“Waktu saya paling 2 tahun mentok kata dokter, 50 persen bisa di bawah 2 tahun, 50 persen bisa di atas 2 tahun kalau bisa dapat donor ginjal, kalau nggak meninggal, karena ginjal saya udah gak bisa menyaring kotoran, saya sakit terus Pak di situ” lanjutnya.
Hal itulah yang menjadi salah satu alasan dirinya ingin berbuat suatu kebaikan yaitu dengan mengungkap banyaknya praktek hukum di Indonesia agar tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban.
“Jadi saya berpikir, sisa waktu saya nggak banyak saya kasih buat anak sama istri saya plus saya mau berbuat baik buat masyarakat itu aja, kalau saya udah mau mati ya silakan mati,” ujar Alvin Lim.
“Jadi ya jujur punya ngomong ya saya udah berpikir ya mau apa lagi Pak. Apa yang perlu saya capai, uang saya udah ada , keluarga yang baik udah ada, anak yang baik udah ada, istri yang baik udah ada, ya toh, ya saya pengen kalau saya suatu saat meninggal saya punya simpenan di atas di surga, itu aja sih Pak,” imbuhnya.***

Share this article
Alvin Lim rupanya memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya membuka semua fakta yang ia ketahui soal banyaknya mafia hukum di negeri ini.