AYOJAKARTA.COM – Pakar IT Rismon Sianipar terus mempertahankan argumennya soal adanya dugaan rekayasa pada rekaman CCTV kasus Jessica Wongso.
Sebelumnya, Rismon Sianipar dihadirkan pihak Jessica Wongso sebagai saksi Ahli Digital dalam kasus kopi sianida.
Kala itu, Rismon Sianipar memberi kesaksian berupa bukti bahwa barang bukti rekaman CCTV kasus Jessica Wongso telah mengalami editan atau rekayasa.
Namun keterangan yang disampaikan oleh Rismon Sianipar saat itu dipatahkan oleh hakim hingga pada akhirnya Jessica Wongso tetap dinyatakan bersalah atas kematian Mirna dan divonis pidana 20 tahun.
Meski sudah 7 tahun berlalu, Rismon Sianipar rupanya tetap teguh pada hasil temuannya terkait rekaman CCTV Jessica Wongso tersebut.
Dilansir oleh akun Tiktok @88just.jess88 pada Senin, 15 Januari 2024, bahkan Rismon Sianipar sampai menantang Irjen. Pol. Krishna Murti yang kala itu memegang kasus kopi sianida tersebut.
Awalnya, Rismon Sianipar mengomentari sebuah foto dimana saat itu Krishna Murti dan segenap timnya tengah berkoordinasi sebelum sidang lanjutan kopi sianida.
“Nah gitu Pak Krishna Murti, Anda di Reskrimum pada saat itu, ya harusnya ya gimana ini, ya saya lihat juga ini ada foto koordinasi ya, persiapan besok, sidang kopi nantikan episode besok, nah ini ada fotonya ini kalian berkoordinasi persiapan kopi sianida,” terang Rismon Sianipar.
Baca Juga: 7 Tahun Meneliti CCTV Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Bongkar Fakta Mengejutkan
“Nah ini ada Jaksa Shandy, ini Christopher penipu terus ini Muhammad Nuh, ini Hari Wibowo, ini Okta Vinandi ya kan,” jelas Rismon sambil menunjuk orang-orang dalam foto tersebut satu per satu.
Kemudian Rismon Sianipar menantang Krishna Murti untuk bertemu di Mabes Polri jika dirinya masih tidak percaya dengan keterangan dari Rismon.
“Nah kalau Anda masih tidak percaya, ayo kita bertemu di Mabes Polri, Anda tanya saya langsung dan Anda bandingkan dengan ahli-ahli lain di luar mereka berdua, independent,” tegas Rismon Sianipar.
Rismon Sianipar bahkan juga mengajak Krishna Murti untuk membuktikan secara ilmiyah soal temuannya ada rekayasa di rekaman CCTV Jessica Wongso.
“Kita buktikan secara ilmiah mereka merekayasa, gitu Pak Krishna Murti progresif lah, mana ini Pak tolonglah berikan tanggapan, jangan diam saja, kalau Anda masih tidak percaya, ayo kita ketemu di Mabes Polri kapan gitu Pak,” tantang Rismon kepada Krishna Murti.
Lebih lanjut Rismon Sianipar mengatakan, “Biar saya buktikan, apa argumen ilmiah saya bandingkan dengan dosen IT di ITB atau UI sana atau yang lain.”
Tak hanya itu saja, Rismon Sianipar juga bertaruh jika argumennya salah maka dirinya bersedia ditangkap langsung saat itu juga.
“Kalau memang argument saya benar, maka kedua anak buah Anda tersebut nyata-nyata secara terang benderang menipu Anda bukan hanya pengadilan, hakim, dan lainnya, dan rakyat Indonesia,” tegas Rismo.
“Anda sendiri sebagai komandan saat itu ditipu sama dia, tapi kalau kita bertemu di Mabes Polri dan saya menipu, tangkap saya langsung,” lanjutnya lagi.
Pria asal Pematang Siantar tersebut juga berani mempertaruhkan ilmu serta pengalamannya selama puluhan tahun.
“Gitu Pak Krishna Murti, mempertaruhkan bidang ilmu saya yang sudah saya geluti, puluhan tahun nih, 30 tahun sudah jadi. Saya siap mempertahankan ini apapun taruhannya, itu saja pesan saya ya kepada Pak Krishna Murti,” ujar Rismon.

Share this article
Pakar IT Rismon Sianipar terus mempertahankan argumennya soal adanya dugaan rekayasa pada rekaman CCTV kasus Jessica Wongso.