AYOJAKARTA.COM - Menjelang pemilu 2024, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mengungkap adanya kecurangan perusakan suara pilpres.
Temuan dugaan kecurangan pemilu 2024 diungkap oleh TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam konferensi pers pada Minggu, (28/1/2024).
Wakil Ketua TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Habiburokhman menyebut bahwa pada Minggu ke-3 Januari 2024 ada petinggi partai politik yang sengaja mengumpulkan penyelenggara di sebuah hotel.
“Kami mendapat informasi yang sangat dapat dipercaya, bahwa sekitar Minggu ke-3 Januari2024 ada petinggi Parpol (Partai Politik) yang mengumpulkan penyelenggara Pemilu di sebuah hotel,” kata Habiburokhman seperti yang dikutip dari YouTube Kompastv.
Dijelaskan oleh Habiburokhman, dalam pertemuan tersebut dibahas bahwa kondisi lapangan pilpres tidak menguntungkan koalisi partai tersebut di mana mereka dalam posisi tertinggal dari Prabowo-Gibran.
Habiburokhman mengatakan dalam pertemuan itu ada narasi akan melakukan kecurangan pada surat suara.
“Mereka menyatakan ada narasi bahwa akan dilakukan kecurangan dengan cara merusak surat suara Prabowo-Gibran DPR RI NasDem, Gerindra dan PKS,” tuturnya.
Informasinya kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur.
“Kami mendapat informasi bahwa pada hari Senin, 22 Januari 2024 KPU Kabupaten Jember mengadakan acara rapat koordinasi dan training of trainer (TOT),” jelasnya.
TKN Prabowo-Gibran juga menunjukan bukti video aktivitas diduga penyelenggara pemilu hotel yang diduga akan melakukan kecurangan.
“Itu dia menunjukan gestur (tiga jari) seperti itu, ini PPS dan PPK infonya begitu tinggal ditelusuri apa jabatan orang-orang ini apakah benar penyelenggara,” jelasnya.
Menurutnya, ruangan dalam video tersebut identik dengan foto yang diunggah oleh Instagram KPU Jember.
“Itu persis dengan gambar resmi yang di launching oleh KPU Jember di websitenya jadi kalau lokasinya si identik tapi kita nggak tahu orang-orang ini siapa,” jelasnya.***

Share this article
Dalam bukti tersebut, menunjukkan video aktivitas diduga penyelenggara pemilu hotel yang diduga akan melakukan kecurangan.