Kena Masalah Pembubuhan E-Meterai? Ini Dia Penyebab yang Bikin Kamu Gagal!

Pembubuhan e-meterai juga merupakan salah satu tahapan penting dan jangan sampai terlewat di dalam proses seleksi CPNS 2024.
Pembubuhan e-meterai juga merupakan salah satu tahapan penting dan jangan sampai terlewat di dalam proses seleksi CPNS 2024.

AYOJAKARTA.COM – Meterai elektronik atau e-meterai merupakan hal wajib dan tidak boleh terlewatkan pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2024.

E-meterai merupakan jenis meterai yang berbentuk elektronik dengan ciri yang khusus dan dapat digunakan untuk persyaratan dokumen di seleksi CPNS.

Pembubuhan e-meterai juga merupakan salah satu tahapan penting dan jangan sampai terlewat di dalam proses seleksi CPNS 2024.

E-meterai biasanya digunakan pada dokumen persyaratan di CPNS 2024. Bagi kamu yang ingin mendaftar CPNS 2024, jangan sampai salah dan gagal di tahap pembubuhan e-meterai.

Sebagai informasi, pendaftaran CPNS 2024 resmi diperpanjang oleh BKN sampai tanggal 10 September 2024. Tadinya, diketahui pendaftaran CPNS 2024 hanya sampai tanggal 6 September 2024.

Bagi kamu yang ingin mendaftar masih ada waktu beberapa hari lagi sebelum penutupan pendaftaran CPNS 2024.

Kamu harus memperhatikan dokumen persyaratan dan pembubuhan e-meterai supaya tidak gagal di dalam seleksi CPNS 2024. Lalu, apa saja penyebab pembubuhan e-meterai di seleksi CPNS 2024?

Baca Juga: Merasa Jenuh dan Tidak Fokus? Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Ibu dan Anak Bertengkar untuk Menguji Ketajaman Visual

Dikutip Ayojakarta.com dari instagram @peruri.indonesia, pada Kamis, 5 September 2024, berikut ini penyebab-penyebab gagalnya pembubuhan e-meterai di dalam dokumen persyaratan CPNS 2024.

1. Koneksi Internet yang Tidak Stabil

Pembubuhan E-Meterai memerlukan koneksi internet yang stabil. Jika koneksi terputus atau tidak memadai, proses pembubuhan e-meterai kamu dapat mengalami kegagalan.

2. Format Dokumen yang Tidak Sesuai dengan Ketentuan

Dokumen yang diunggah harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan yaitu dalam format PDF dan berukuran kurang dari 900 KB. Jika dokumen yang kamu unggah melebihi persyaratan, pembubuhan e-meterai bisa gagal.

 

3. Tingginya Traffic Pengguna yang Mengakses Website.

Jika banyak pengguna mencoba membubuhkan E-Meterai secara bersamaan pada website yang sama, server bisa menjadi padat dan menyebabkan kendala.

Disarankan untuk melakukan pembubuhan pada jam-jam dengan trafik lebih rendah, seperti pada jam kerja dan malam hari.

Itulah, penyebab-penyebab gagalnya pembubuhan e-meterai pada dokumen di seleksi CPNS 2024.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pembubuhan
# E-Meterai
# penyebab

News Update

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Sudah Ada 324, Pemprov DKI Bakal Perbanyak RPTRA! Pramono Anung: Biar Anak-anak Punya Banyak Tempat Bermain

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh wilayah ibu kota.

Gadget

Bocor di Tangan J-Hope BTS! Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis 22 Juli dengan Desain Lebih Lebar

Samsung Galaxy Z Fold 8 siap rilis 22 Juli dengan desain *wide folding* lebih lebar, bahan Flex Titanium, chip Snapdragon 8 Elite, serta hadir dalam varian standar dan Ultra.

Metropolitan

Hari Anak Nasional ke 42, Pemprov DKI Siap Kaji Usulan SPARTA, Pramono Dorong Perlindungan Dimulai dari Tingkat RT

Pembentukan SPARTA ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai provinsi pertama yang memiliki seksi perlindungan anak di setiap RT.

Metropolitan

Dinas LH DKI Siapkan Transisi Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jakarta

Perubahan metode pengelolaan sampah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap praktik open dumping