AYOJAKARTA.COM - Menjadi abdi negara yang merupakan penegak Undang-undang, setiap CPNS harus memahami pasal sehingga diuji dalam Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB.
Meski tidak menyeluruh, kendala paling umum ditemui oleh para CPNS saat menghadapi Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB adalah pasal-pasal.
Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB merupakan salah satu tahapan penting sesudah SKD yang harus dilewati oleh setiap CPNS sebelum memperoleh NIP.
Selain untuk menakar kemampuan atau keahlian personal yang dimiliki seorang CPNS, SKB juga bertujuan memastikan kesesuaian bidang pelamar.
Baca Juga: Perbandingan Infinix Note 40 Vs Redmi Note 13 4G: Mana yang Si Paling Tangguh di Kelas Entry-Level?
Dikutip dari kanal YouTube Lia-ASN Millenial, Rabu (27/11/2024) salah satu jenis materi pokok yang selalu ada dalam setiap tahapan seleksi CPNS mulai Administrasi, SKD hingga SKB adalah pasal dan aturan perundang-undangan.
Banyaknya aturan perundang-undangan yang menjadi bagian dari tahap seleksi, tidak jarang membuat pelamar CPNS kewalahan.
Untuk menyiasati permasalahan tersebut, penting bagi setiap peserta seleksi CPNS memahami kisi-kisi menyangkut aturan perundang-undangan.
Kisi pertama mengenai aturan pasal dan perundang-undangan saat mengikuti seleksi kompetensi adalah dengan melakukan Screening atau Pemilahan.
Baca Juga: Surat Edaran Libur Pilkada 27 November 2024, Ini Link Download Pengumuman Resmi Kemnaker
Konstruksi setiap aturan perundang-undangan berisi sejumlah hal penting yang umumnya meliputi Materi, Bab, Pasal, Ayat hingga sub butir Pasal.
Membaca satu persatu setiap aturan perundang-undangan atau mencoba untuk menghafal, bukan hanya membuat kepala pusing tetapi juga kurang efisien.
Untuk menyiasati hal tersebut, peserta seleksi CPNS hanya perlu melakukan pemilahan dan mengurai rincian konstruksi Undang-undang.
Setiap bagian bab serta pasal hingga ayat dalam suatu Undang-Undang, umumnya berisi muatan atau substansi yang menjadi garis besar suatu peraturan.
Dengan melakukan pemindaian atau screening, peserta dapat lebih mudah memahami maksud dan tujuan dari suatu aturan perundang-undangan.
Langkah kedua agar tidak mengalami burnout saat berhadapan dengan materi Undang-undang adalah memahami Ketentuan Umum dari sebuah peraturan.
Mengetahui Ketentuan Umum dalam sebuah peraturan merupakan esensi atau kata kunci dari suatu Undang-undang, sehingga lebih mudah dipahami.
Saran ketiga agar tidak pusing saat menghadapi materi soal peraturan dan pasal adalah lebih fokus mengkaji pada pasal substantif, bukan administratif.
Baca Juga: KABAR BAIK! PKH Tahap 6 dan BPNT November-Desember 2024 Segera Dicairkan?
Kisi selanjutnya dalam mengamati peraturan perundang-undangan sebagai objek dalam seleksi kompetensi adalah memahami hubungan antar pasal.
Masing-masing pasal dalam setiap aturan tidak berdiri secara mandiri, sehingga salah satu cara memahami perundang-undangan adalah menemukan hubungan antara pasal.
Dengan memahami alur dan konstruksi perundang-undangan serta pasal-pasal di dalamnya, peserta seleksi kompetensi CPNS tidak banyak menemukan persoalan. ***

Share this article
Pejuang ASN wajib simak di sini, berikut adalah kisi-kisi menghadapi soal pasal-pasal pada SKB CPNS 2024.