AYOJAKARTA.COM -- Pernyataan politisi PDIP Deddy Sitorus terkait adanya utusan khusus dari Jokowi, menuai berbagai polemik di tengah publik.
Selain dianggap sebagai bentuk fitnah oleh para pendukung Jokowi, pernyataan Deddy Sitorus terkait utusan juga ditengarai kental dengan muatan drama.
Menyikapi kalimat bernada tuduhan yang disampaikan Deddy Sitorus, secara tegas dan serius Jokowi mengaku pernyataan soal utusan sudah membuat kesabarannya tergerus.
Terlebih secara eksplisit, Deddy juga menyebut agar sosok utusan yang hingga kini masih misterius tersebut dijadikan bahan perbincangan sambil ngopi bareng Jokowi.
Sehubungan dengan semakin meningkatnya polemik yang terjadi antara PDIP dengan Jokowi, Politisi PDIP Guntur Romli ikut menanggapi.
Menurut Guntur, polemik yang berkenaan dengan adanya utusan Jokowi merupakan cara Deddy Sitorus mengajak publik untuk melakukan kontemplasi politik.
Kedatangan sosok utusan, menurut Guntur memiliki korelasi yang jelas guna mengungkap dugaan terjadinya politisasi hukum dalam perkara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Berdasarkan sekuensi atau kronologi peristiwa, runtutan antara kedatangan utusan hingga penetapan Sekjen PDIP sebagai tersangka bukan peristiwa yang berdiri sendiri.
Utusan yang datang pada sekitar tanggal 14, menurut Guntur juga berkaitan dengan status keanggotaan Jokowi serta 27 kader PDIP lainnya.
Kedatangan utusan pada tanggal 14 Desember, serta pengumuman pemecatan Jokowi oleh Sekjen PDIP pada 16 Desember 2024 hingga penetapan tersangka merupakan rangkaian.
“Kami yakin penetapan tersangka itu berkaitan, tanggal 18 ada perkembangan kasus, 20 pelantikan komisioner KPK baru dan gelar perkara, 23 penetapan tersangka,” jelasnya.
Karena itu Guntur menilai hal mendasar untuk diketahui publik bukan pada sosok utusan yang diketahui Deddy Sitorus, tetapi proses kriminalisasi hukum terhadap Sekjen PDIP.
Menanggapi pernyataan Guntur Romli, Andi Azwan selaku Wakil Ketua Umum Jokowi Mania atau Joman mengaku tidak sependapat.
Proses penetapan Sekjen PDIP, menurut Andi lebih merupakan persoalan hukum sehingga tidak perlu menyudutkan Jokowi yang kini mulai habis kesabarannya.
Baca Juga: Resmi Jadi Tahanan, Hasto Kristiyanto Tak Terima dan Minta Keluarga Jokowi Segera Diperiksa KPK
“Kita simple saja, gak usah menyebut kata utusan, karena konotasi utusan itu pasti orang akan berasumsi agar Pak Jokowi tidak dipecat,” tegas Andi.
Terkait dengan polemik yang semakin meruncing antara PDIP dengan Jokowi, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai konflik di kalangan elit membuat nalar publik jadi tergelitik.
Berbagai bentuk pernyataan terhadap Jokowi yang disanggah oleh para pendukungnya, menurut Adi bisa menimbulkan penafsiran pelik menyangkut kepercayaan.
Baca Juga: Selain Aguan, Nama Jokowi Juga Masuk Pusaran Polemik Pagar Laut, Silfester: Imajinasi Mereka Liar
“Orang awam seperti kami jadi sulit percaya siapa, Jokowi atau PDIP, karena kebenaran objektif hanya sebatas klaim dari masing-masing pihak,” tegas Adi.***

Share this article
Pernyataan politisi PDIP Deddy Sitorus terkait adanya utusan khusus dari Jokowi, menuai berbagai polemik di tengah publik.