AYOJAKARTA.COM– Tangis duka mengiringi kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat mengunjungi RSUD Pameungpeuk, Garut, untuk menemui keluarga para korban ledakan amunisi yang terjadi awal pekan ini.
Dalam momen yang sarat emosi itu, Dedi Mulyadi tidak hanya menyampaikan rasa duka cita secara langsung, namun juga mengumumkan serangkaian langkah nyata sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial atas tragedi tersebut.
Kronologi Singkat Ledakan Amunisi di Garut
Peristiwa ledakan terjadi pada Senin pagi, 12 Mei 2025, ketika aparat tengah melakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa.
Namun, ledakan susulan yang tak terduga justru menewaskan 13 orang, yang terdiri dari empat prajurit TNI AD dan sembilan warga sipil yang berada di lokasi.
Baca Juga: Sudah Muncul di SIMPKB! Pemanggilan PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 1, Begini Cara Cek dan Konfirmasi Kesediaannya
Empat Janji Dedi Mulyadi kepada Keluarga Korban
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab, Gubernur Dedi menyampaikan empat janji utama kepada para keluarga korban.
Berikut beberapa janji dari Gubernur Jawa Barat itu kepada para keluarga korban ledakan amunisi di Garut dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber:
1. Bantuan Santunan Sebesar Rp50 Juta untuk Tiap Keluarga
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan finansial berupa santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap keluarga korban jiwa.
"Saya akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk tiap keluarga yang kehilangan anggota tercinta dalam musibah ini," ucap Dedi Mulyadi.
2. Anak-anak Korban Akan Diangkat Anak oleh Gubernur
Dedi menyatakan siap mengasuh dan menjadikan anak-anak korban sebagai anak angkat. Ia berkomitmen memberikan perhatian dan kasih sayang penuh.
"Saya akan menjadi orang tua bagi anak-anak korban. Mereka saya anggap sebagai anak saya sendiri," tegasnya.
Baca Juga: Besok! Bansos Tunai Rp500.000 dan Rp300.000 Siap Cair di Bank BRI, BNI, dan Mandiri, Cek Nama Anda Sekarang!
3. Biaya Hidup dan Pendidikan Dijamin hingga Kuliah
Gubernur menegaskan bahwa seluruh kebutuhan dasar dan biaya pendidikan anak-anak korban akan ditanggung sepenuhnya hingga mereka menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
"Saya pastikan mereka bisa tetap sekolah, bahkan sampai kuliah. Mereka tidak boleh kehilangan masa depan karena kejadian ini," ujar Dedi.
4. Santunan Diberikan Langsung Hari Itu Juga
Tak ingin menunda bantuan, Dedi Mulyadi memastikan bahwa santunan diberikan secara langsung ke rumah masing-masing korban pada hari yang sama.
Korban Sipil adalah Tenaga Resmi, Bukan Pemulung
Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi mengklarifikasi bahwa para korban dari kalangan sipil bukanlah pemulung, melainkan pekerja resmi yang terlibat dalam proses pemusnahan amunisi bersama TNI AD.
Baca Juga: Cek Saldo Terbaru 14 Mei 2025: Apakah Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair?
Dengan demikian, peristiwa ini dikategorikan sebagai kecelakaan kerja.
Hal ini turut dibenarkan oleh Agus, kakak dari salah satu korban bernama Rustiwan. Ia menyebut bahwa adiknya telah bekerja di lokasi tersebut selama 10 tahun terakhir.
Harapan Dedi Mulyadi: Tragedi Terakhir, Semua Harus Lebih Waspada
Di akhir kunjungannya, Dedi menyampaikan harapan agar tragedi semacam ini tidak lagi terulang di masa mendatang.
"Saya berharap ini menjadi yang terakhir. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dan lebih waspada. Kepada seluruh keluarga korban, saya ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan," pungkasnya.***

Share this article
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab, Gubernur Dedi menyampaikan empat janji utama kepada para keluarga korban.