AYOJAKARTA.COM – Sempat menjadi trending topik di berbagai platform media, aksi demonstrasi akbar mitra ojek online atau ojol berlangsung hari ini.
Selain berlangsung di sekitaran istana Negara, aksi unjuk rasa ribuan ojol juga terpantau di depan kantor Kemenaker dan depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Bukan hanya terjadi terjadi Jakarta, aksi unjuk rasa ribuan ojol juga digelar di sejumlah kota besar di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam tuntutannya, mitra ojol di seluruh Indonesia mendesak agar pemerintah bersedia untuk campur tangan terkait kebijakan perusahaan aplikator yang cenderung sepihak.
Salah satu contoh nyata perlunya intervensi pemerintah, menurut perwakilan ojol dapat dilihat dari penetapan bonus Hari Raya pasca Idul Fitri lalu.
Selain itu, para mitra ojol juga mengeluhkan kecilnya biaya pengantaran sejumlah layanan sehingga justru dinilai membebani pengemudi.
Menurut Renny yang merupakan salah satu perwakilan aksi demonstrasi, perusahaan aplikator hanya memberikan biaya sekitar Rp5.000 untuk setiap kali pengantaran.
Disamping tidak menutupi operasional, besaran biaya yang ditentukan secara sepihak oleh perusahaan aplikasi juga dinilai kurang manusiawi.
Karena itu, Renny beserta dengan ratusan ribu mitra ojol juga berharap agar pemerintah dapat menunjukkan sikap konsisten dan segera menepati komitmennya.
Baca Juga: Bagaimana Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha 2025? Ini Bacaan Beserta Artinya
Sebelumnya, dalam acara dengar pendapat dengan para mitra ojol menjelang Pilpres lalu, Prabowo Subianto sempat memberikan janji.
Kepada para pengemudi ojek, capres Prabowo Subianto saat itu berkomitmen akan meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojol menjadi lebih baik.
Untuk itu, melalui momentum aksi demonstrasi hari ini para mitra ojol mendesak agar pemerintah bersedia menjadi penengah antara perusahaan aplikasi dengan pengemudi.
Adapun tuntutan lain yang menjadi aspirasi dari kalangan pengemudi ojol adalah besarnya potongan biaya dari perusahaan aplikasi.
Baca Juga: 5 Modus Penipuan Online yang Sasar Nasabah Bank BRI, Waspadai Taktik Ini!
Dengan potongan biaya yang besar dan kuantitas order yang tidak seimbang, menurut para ojol membuatnya semakin sukar memperoleh hidup layak.
Kebijakan pemutusan mitra secara sepihak oleh perusahaan aplikasi, menurut para ojol juga masih menjadi kendala bagi para pengemudi.
Status sebagai mitra sebagaimana tertuang dalam perjanjian kemitraan, menurut para ojol tidak sejalan karena minimnya peran pemerintah dan payung pelindung.
Bukan hanya dirasakan oleh pengemudi roda dua, hal serupa juga menjadi kendala yang sering dialami oleh para pengemudi taksi online.
Karena itu, para pengemudi taksi online menuntut agar statusnya sebagai mitra bisa benar-benar diperhatikan oleh perusahaan aplikasi.
Dengan ketatnya peraturan yang ditetapkan secara sepihak oleh perusahaan aplikasi, pengemudi taksi menuntut agar statusnya sebagai mitra diubah menjadi karyawan. ***

Share this article
mitra ojol di seluruh Indonesia mendesak agar pemerintah bersedia untuk campur tangan terkait kebijakan perusahaan aplikator