AYOJAKARTA.COM - Publik sempat dihebohkan dengan kabar bahwa keluarga Yosua kecewa karena Richard Eliezer atau Bharada E kembali menjadi polisi.
Seperti diketahui, melalui sidang kode etik yang digelar pada Rabu (22/3/2023) diputuskan bahwa Richard Eliezer tidak dipecar dari Polri.
Richard Eliezer hanya dikenakan sanski administratif yakni demosi selama satu tahun.
Baca Juga: Soal Vonis Mati Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Ada Hal yang Tidak Adil dari Sosok Ini
Namun, kembalinya Bharada E sebagai anggota polisi ini justru membuat ayah Yosua kecewa.
Padahal, selama ini terlihat jika keluarga Yosua sudah memaafkan Richard Eliezer.
Kekecewaan itu diungkapkan oleh Samuel Hutabarat.
Baca Juga: Ajukan Brigadir J sebagai Pahlawan, Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Penderitaan yang Dialami Yosua
Samuel Hutabarat mengaku bahwa pihaknya mendukung Richard karena statusnya sebagau justice collaborator.
Namun tidak mendukung untuk kembali sebagai anggota polisi.
Terkait hal itu, pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak memberikan penjelasan terkait keluarga Yosua yang tak setuju jika Richard kembali ke Kepolisian.
Baca Juga: Blak-blakan! Ternyata Kamaruddin Simanjuntak Mengaku Pernah Mengancam Ayah Brigadir J, Ada Apa?
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KdK TV pada Rabu (1/3/2023) Kamaruddin Simanjuntak memberikan alasan mengapa tiba-tiba keluarga Yosua tidak setuju saat Richard kembali sebagai anggota polisi.
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa pada awalnya pihak keluarga Yosua terima jika Richard kembali menjadi polisi.
"Tetapi ketika mereka pulang ke Jambi, dia bertemu dengan sekumpulan orang yang negatif thinking," jelas Kamaruddin Simanjuntak.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan bahwa pola pikir keluarga Yosua dipengaruhi oleh orang-orang tersebut.
"Ketika Samuel Hutabarat, Rosti, dan Yuni bersama-sama dengan kami, mereka bisa memahami apa yang kita maksud," katanya.
Berbeda jika mereka berada di lingkungan yang negatif, maka mereka akan ikut terpengaruh buruk.
Kamaruddin lantas menyarankan bahwa keluarga Yosua harus pandai-pandai untuk memilih teman.
Di sisi lain, Kamaruddin menjelaskan bahwa kisah Yosua dan Richard Eliezer ini sudah tertulis dalam Alkitab.
"Bahwa Yosua harus ditembak mati, dan dia mati dan Eliezer lah yang hidup, itu peristiwa sudah ditulis ribuan tahun yang lalu," terangnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak ungkap alasan keluarga Yosua tak setuju Richard Eliezer kembali ke polisi, karena terpengaruh oleh sekumpulan orang.