AYOJAKARTA.COM---Kamaruddin Simanjuntak merupakan kuasa hukum keluarga Brigadir J yang hingga kini terus meminta keadilan dari kasus pembunuhan anak kliennya.
Namun ternyata Kamaruddin Simanjuntak blak-blakan mengaku pernah mengancam ayah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yakni Samuel Hutabarat sebelum menjadi kuasa hukumnya.
Hal itu disampaikan Kamaruddin Simanjuntak saat menghadiri podcast milik Eko Patrio di kanal YouTube Eko Patrio TV seperti dilansir Ayojakarta.com.
Saat itu Kamaruddin menceritakan kisahnya saat memutuskan untuk menjadi kuasa hukum keluarga Brigadir J.
"Pertama kali saya tahu ini pembunuhan berencana saya belum menjadi pengacara keluarga Josua, saya baru mendengar berita ini saya langsung tulis di Facebook saya polisi tembak polisi di rumah pejabat polisi mudah mudahan bukan urusan wanitanya polisi," ungkapnya.
"Dalam 5 menit ada komentar dari saksi Sangga Sianturi dia bilang ini bere mo tulang, maksudnya ponakanmu. Saya tanya ponakan mana, rupanya karena mamanya Josua ini Simanjuntak," tambahnya.
Baca Juga: Gayus Lumbuun Anggap Hakim Dapat Tekanan dari Amicus Curiae Dalam Vonis Ferdy Sambo Cs, Ini Faktanya
Kamaruddin kemudian menitipkan pesan agar disampaikan kepada orang tua Brigadir J.
"Jadi saya sampaikan turut berduka cita kepada orang tua Josua supaya di eksomasi atau di gali kuburnya lakukan visum et repertum ulang dan otopsi ulang, ini pembunuhan berencana," ucapnya kala itu.
"Saya belum jadi advokat tapi sudah saya katakan ini pembunuhan berencana," imbuhnya.
Saat itu Kamaruddin mengaku mengucapkannya saat dini hari dan paginya keluarga Brigadir J menanggapi dengan positif masukan Kamaruddin.
Baca Juga: Apa Syarat Lolos Hukuman Mati Bagi Ferdy Sambo ? Mantan Hakim Agung Djoko Sarwoko Ungkap Hal Ini..
"Itu saya ucapkan jam 2 pagi ketika saya lembur di kantor. Jam 6 saya sudah ditelepon, saya lagi di tempat tidur, ibunya Josua langsung merespon dengan positif," katanya lagi.
Kamaruddin kemudian menceritakan apa yang disampaikan ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak kepadanya tentang anaknya yang dihina dan difitnah meski sudah tiada.
"Dia bilang semua orang menghina dan mencibir kami, anak saya dituduh pemerkosa, anak saya dituduh melakukan pelecehan dan anak saya dituduh mau membunuh atasannya," kata Kamaruddin.
Ibunda Brigadir J kemudian meminta Kamaruddin Simanjuntak membantu mereka, dan meyakini apabila ditangani oleh Kamaruddin maka kasus ini akan terungkap.
Namun sayang ayah dari Brigadir J sempat ragu bahkan terus menggunakan logikanya dalam menangani kasus anaknya, bagaimana harus melawan sosok Jenderal yakni Ferdy Sambo.
"Maka saya bilang tiada yang mustahil," tegas Kamaruddin kepada ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.
"Lalu dia bilang kami orang miskin, tinggal di desa ngga punya uang untuk membayar pengacara," tiru Kamaruddin dengan ucapan Samuel.
"Maka saya bilang, nggak usah bayar pengacara. Saya tidak perlu dibayar yang penting saya bilang jangan sampai orang tak punya uang tidak memperoleh kepastian hukum dan keadilan, maka honornya nol rupiah," ucapnya.
Bahkan untuk ongkos pesawat Garuda, hotel bintang lima, dan makan di restoran selama di Jakarta membuat laporan akan ditanggung oleh Kamaruddin Simanjuntak.
Namun keraguan muncul kembali pada keluarga Brigadir J, apabila menggali kubur siapa yang akan membiayai dokternya.
"Maka saya bilang pokoknya kamu bersaksi aja apa yang kau lihat kau dengar semua biaya ditanggung kantor saya," tegas Kamaruddin saat itu kepada Samuel.
"Barulah dia mau tanda tangan kuasa," imbuhnya.
Baca Juga: Sah! Lebih Ringan Dari Tuntutan JPU, Arif Rachman Arifin Divonis 10 Bulan Penjara Atas Kasus OOJ
"Tadinya terus dia pakai logika pakai logika bahwa ini adalah perkara mustahil apalagi dia menganggapnya ini melawan institusi Polri, saya bilang kita tidak melawan institusi Polri tapi kita melawan penjahat yang kebetulan bekerja di institusi Polri," kata Kamaruddin.
Karena terus saja berlogika dan ragu untuk melanjutkan menemukan keadilan bagi sang anak Brigadir J, Kamaruddin yang geram akhirnya mengancam Samuel menanyakan hal ini.
"Saya ancam, sebenarnya itu anakmu atau bukan, karena kamu terlihat nggak peduli. Kalau memang itu bukan anakmu nggak papa, karena istrimu sudah setuju saya jadi pengacaramu tapi kamu terus pakai logika, sebenarnya itu anakmu atau bukan?" tegas Kamaruddin saat itu kepada Samuel.
"Akhirnya dia tanda tangan, karena perlu juga semacam penegasan kan begitu," ucapnya.
Akhirnya Samuel mau menandatangani surat kuasa kepada Kamaruddin untuk menangani kasus anaknya tanpa dibayar dan semua akan ditanggung pihak Kamaruddin Simanjuntak.***

Share this article
ayah dari Brigadir J sempat ragu bahkan terus menggunakan logikanya dalam menangani kasus anaknya, bagaimana harus melawan sosok Jenderal