AYOJAKARTA.COM - Perkembangan kasus narkoba yang melibatkan Teddy Minahasa menjadi sorotan masyarakat.
Hal ini setelah pengakuannya terkait penggantian sabu-sabu dengan nama salah satu Kecamatan di Mojokerto, Jawa Timur viral.
Pada persidangan teranyar terungkap fakta baru terkait kasus narkoba ini sebagaimana dikutip dari YouTube Kompas TV oleh ayojakarta.com pada 17 Maret 2023.
Mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa akhirnya mengakui bahwa pesan yang ia kirimkan kepada AKBP Dody Prawiranegara untuk menukar sabu dengan Trawas adalah dalam arti yang sebenarnya yaitu tawas.
Baca Juga: Makin Panas! Teddy Minahasa Bantah Punya Hubungan dengan Linda: Dia akan Diperistri Raja Brunei
Bukan untuk menukar sabu dengan kecamatan di Mojokerto yang memiliki nama serupa.
"Benar Yang Mulia, maksud saya tawas, mungkin saya typo," kata Teddy Minahasa.
Teddy Minahasa mengatakan bahwa ia hanya ingin menguji kejujuran AKBP Dody Prawiranegara karena sering mendapati anak buahnya menyisihkan barang bukti sabu untuk diisap sendiri.
Namun, fakta mengejutkan terkuak dari sidang sebelumnya.
Baca Juga: Sombong Amat! Teddy Minahasa Pamer Punya Banyak Prestasi Selama Jadi Polri: Pernah Jadi Role Model
Terdakwa lain, Linda Pujiastuti mengungkap bahwa ia pernah mengunjungi pabrik sabu di Taiwan sebanyak tiga kali bersama Teddy Minahasa.
Linda Pujiastuti mengatakan bahwa Teddy Minahasa berupaya untuk membuat perjanjian dengan bandar sabu Taiwan yang ingin memasok sabu ke Indonesia.
Teddy Minahasa bahkan disebutkan meminta fee sebesar Rp 100 miliar untuk 1 ton sabu, menurut kesaksian Linda Pujiastuti.
"Setelah gagal di Laut Cina Selatan, kita berkunjung ke pabrik sabu-sabu dan Pak Teddy bilang 'kalau mau kirim akan kita kawal, buy 1 get 1 lah. Tiap 1 ton sabu, fee Rp 100 miliar," terang Linda Pujiastuti di persidangan.
Hal ini membuat kasus Teddy Minahasa semakin rumit karena ia sudah terbukti mengirimkan pesan yang diduga sebagai perintah untuk menukar sabu dengan tawas.
Namun, Ahli Psikologi Forensik yang dihadirkan oleh kubu Teddy Minahasa, Reza Indragiri mengatakan bahwa perintah tersebut jadi multitafsir karena diikuti dengan emoji tertawa.
Reza Indragiri menambahkan bahwa kalimat tersebut bisa ditafsirkan bercanda jika diikuti dengan emoji tertawa, namun jika tanpa emoji tertawa, kalimat tersebut merupakan bentuk perintah atasan pada bawahan.
Kasus Teddy Minahasa menjadi sorotan publik karena ia adalah seorang mantan Kapolda yang seharusnya menjadi penegak hukum namun tertangkap dan berada di pusaran narkoba.***

Share this article
Akhirnya Teddy Minahasa mengaku soal chat Trawas yang berarti tawas dalam pesannya ke Dody Prawiranegara.