AYOJAKARTA.COM--Konflik penangkapan dan penyanderaan Susi Air berbuntut panjang. Kini Susi Pudjiastuti sebagai pemilik Susi Air berseteru dengan kelompok TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).
Sebelumnya Susi Pudjiastuti telah melakukan komunikasi dengan Pendeta Karel Phil Erari sebagai salah satu tokoh masyarakat di Papua melalui sambungan telepon.
Dalam komunikasi tersebut Susi Pudjiastuti mempertanyakan apa salahnya hingga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyandera Susi Air beserta pilotnya.
Padahal selama ini Susi Air sudah melakukan puluhan kali penerbangan ke daerah pegunungan Papua untuk menyalurkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @PartaiSocmed (9/5/2023), di mata Jubir TPNPB Sebby Sambom, justru Susi Pudjiastuti merupakan seorang penjajah.
Dengan alasan bahwa Susi Pudjiastuti kerap kali melakukan pengangkutan ikan di daerah Pangandaran kemudian menjualnya ke Jakarta dengan pesawat tersebut.
“Dia bilang dia salah apa, itu wah kita bisa katakan wah ibu ini orang yang aneh dan lucu. Dia sendiri penjajah,” ujar Sebby Sambom.
TPNPB menganggap bahwa wilayah Papua selama ini telah dijajah oleh Indonesia. Sebby Sambom merasa selama ini pengadilan tidak pernah memihak orang-orang asli Papua.
“Indonesia melakukan pendudukan ilegal di atas tanah orang-orang asli Papua. Pemiliknya dibunuh, dibantai, disiksa, ditangkap, dirampok kekayaannya. Itu yang namanya occupation,” kata Sebby Sambom.
Baca Juga: Emosional! Rekaman Telepon Susi Pudjiastuti Luapkan Amarah dengan Kelakuan KKB: Apa Dosa Saya?
Hal inilah yang membuat sejumlah warga Papua memutuskan untuk membentuk kelompok dan menginginkan kemerdekaan Papua dari Indonesia.
Meskipun Indonesia dan juga Susi telah memberikan bantuan kepada Papua tetapi Sebby Sambom menegaskan bahwa daerahnya tidak membutuhkan bantuan tersebut.
Sebby Sambom bersikeras menganggap bahwa Papua dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari Indonesia dan bisa membangun Papua dengan sumber daya yang ada di sana.
“Kami tidak butuh anda punya pesawat, tidak butuh pembangunan. Kami sudah sampaikan bahwa kita Papua merdeka, kita akan bangun sendiri denah ruang kami sendiri, kekayaan alam kami sendiri. Kami tidak butuh pembangunan infrastruktur dan lain-lain oleh Indonesia,” ungkap Sebby Sambom.
Di sisi lain, warga Papua banyak yang tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan TPNPB karena ulah mereka maka Susi Air menghentikan penerbangan ke Papua karena tidak ada jaminan keamanan.
Akibatnya sejumlah warga Papua yang tadinya mendapatkan sembako dan bantuan lainnya dari Susi Air kini tidak bisa mendapatkan bantuan tersebut lagi.***

Share this article
TPNPB menganggap bahwa wilayah Papua selama ini telah dijajah oleh Indonesia, dan pengadilan tidak pernah memihak orang asli Papua