Protes Tiket Masuk Pulau Komodo yang Naik, Pelaku Wisata Labuan Bajo Mogok Selama Agustus 2022

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 12:53 WIB
Tiket masuk ke Pulau Komodo naik hingga 25 kali lipat dari harga sebelumnya menjadi Rp3,75 Juta./ Freepik
Tiket masuk ke Pulau Komodo naik hingga 25 kali lipat dari harga sebelumnya menjadi Rp3,75 Juta./ Freepik

AYOJAKARTA.COM - Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu pelaku wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatukan persepsi dalam nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan aktivitas pariwisata di kawasan wisata pada Agustus 2022.

Kesepakatan 'mogok serentak' itu merupakan bagian dari protes mereka terkait rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk Pulau Komodo mencapai Rp3,7 juta per orang pada 1 Agustus 2022.

"Kami bersepakat untuk menghentikan semua jenis pelayanan jasa pariwisata di Kepulauan Taman Nasional dan di seluruh destinasi wisata di Manggarai Barat mulai 1-31 Agustus 2022," kata Koordinator Pelaku Wisata dan Individu Pelaku Wisata Kabupaten Manggarai Barat Rafael Taher, Sabtu (30/7) malam dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Selasa (2/8/2022).

Para pelaku wisata ini terdiri dari pemilik kapal wisata, pemilik penyedia jasa transportasi darat, pemilik restoran, pemilik hotel, fotografer, guide dan pelaku usaha kuliner.

Baca Juga: Viral Komodo Adang Truk, Anggota Komisi X Soroti Pembangunan Destinasi Wisata yang Abaikan Habitat Asli Lingkungan

Rafael menegaskan aksi mereka itu adalah bentuk protes penolakan pelaku pariwisata di Manggarai Barat terkait kebijakan kenaikan harga tarif masuk taman Nasional Komodo oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Rafael yang mengaku mewakili seluruh pelaku wisata di Manggarai Barat itu menilai kehadiran PT Flobamor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah NTT sangat memonopoli sektor pariwisata di Manggarai Barat.

Mereka menilai hal tersebut menyebabkan kemiskinan bagi seluruh pelaku pariwisata serta masyarakat di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Oleh karena itu, komitmen bersama menghentikan semua aktivitas pelayanan jasa pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat selama Agustus itu tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Halaman:

Editor: Fathul Amanah

Sumber: suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X