AYOJAKARTA.COM - Martin Lukas Simanjuntak mengungkapkan bahwa sebenarnya Brigadir J sudah tahu dirinya akan dihabisi pada saat itu.
Hal ini didukung dengan beberapa bukti yang diyakini kuat sebagai prasangka dari Brigadir J bahwa ada tindakan yang tidak mengenakan akan dilakukan kepada dirinya.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Martin Simanjuntak sempat menanggapi tentang isu yang beredar bahwa Brigadir J telah mengancam istri Ferdy Sambo.
Baca Juga: Gempa Bumi Turki dan Suriah Renggut 3.700 Korban Jiwa, Warga Setempat Mengatakan Ini Seperti Kiamat
Tak main-main, bahkan disebutkan juga Brigadir telah memberikan ancaman akan menghabisi anak-anak dari Putri Candrawathi.
Menanggapi hal tersebut, Martin Simanjuntak mengatakan bahwa Brigadir J adalah orang yang sangat nekat apabila benar-benar akan melakukan hal tersebut.
“Gini Mas, saya ini cuma pangkatnya Brigadir ya, saya mengancam istri Jenderal, sudah saya perkosa diancem pula,” ujarnya.
“Kira-kira saya berani nggak menghabisi anak Jenderal ketika saya sudah memperkosa istri Jenderal?” tanya Martin.
Menurut Martin Simanjuntak, tindakan seperti itu pastinya akan menimbulkan perasaan balas dendam.
Padahal, diketahui juga Brigadir J memiliki sosok keluarga, termasuk adik-adiknya yang berpotensi untuk mendapat balasan.
“Balasannya nanti satu keluarga Yosua itu akan dibalas, adik-adiknya. Jadi menurut saya ini tindakan yang bener-bener nekat gitu loh. Hanya orang *** saja yang melakukan hal seperti itu,” jelas Kamaruddin.
Di sisi lain, pengacara dari keluagra Brigadir J ini juga menyoroti karakteristik dari kesatuan yang menaungi Yosua yang dinilai memegang teguh kepatuhan.
“Apalagi Joshua ini dididik dari Brimob. Brimob itu perintah atasan mutlak, tidak boleh dibantah,” katanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Martin mengatakan bahwa sebenarnya Brigadir J sudah tahu bahwa dirinya akan dihabisi.
Hal ini didukung dengan fakta bahwa Brigadir J berulangkali mencoba menghubungi pacarnya ketika berada di Duren Tiga.
“Pada saat Joshua mau dibantai di Duren Tiga, Joshua sebenarnya sudah tahu mau dibantai. Setidaknya dia tahu mau disakiti atau ditindak yang tidak-tidak,” kata Martin.
“Karena pada pukul 16.40 dia nelpon pacarnya berkali-kali, itu dia dari Duren Tiga,” tambahnya.
Akan tetapi, kepatuhan dari Brigadir J kemudian dijadikan sebagai peluang untuk Putri Candrawathi bisa menggiring almarhum.
“Tetapi karena patuh, dia tetap ada di wilayah teras itu,” ujar Martin Simanjuntak
Inilah yang kemudian dijadikan sebagai dalih oleh pengacara terdakwa bahwa tidak ada paksaan yang dilakukan terhadap Brigadir J untuk pergi ke Duren Tiga.***

Share this article
Beberapa bukti diyakini kuat sebagai prasangka dari Brigadir J bahwa ada tindakan yang tidak mengenakan akan dilakukan kepada Yosua.