AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi dengan magnitudo besar yang mengguncang Turki menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia.
Banyaknya jumlah korban jiwa dan korban luka diperburuk lagi dengan musim dingin yang membekukan wilayah tersebut dan membuat semakin sulitnya para penyintas untuk bertahan.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Republika.co.id dengan judul artikel "Jumlah Korban Jiwa Gempa Bumi Turki dan Suriah Jadi 3.700 Orang", dikabarkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 3.700 orang di wilayah Turki dan Suriah.
Blok- blok apartemen yang ada di Turki hancur oleh gempa bumi 7,8 skala richter, hal ini pun bahkan memperburuk situasi masyarakat Suriah yang telah bertahun-tahun menghadapi peperangan.
Gempa bumi yang mengguncang pada pagi hari sebelum fajar menyingsing diperburuk dengan guncangan yang sama besarnya pads sore hari.
Seorang wanita di kota Diyarbakir, sebelah tenggara Turki, berbicara di sebelah puing-puing gedung apartemen tujuh lantai tempat tinggalnya sebelum gempa. "Kami diguncang seperti di ayunan, sembilan anggota keluarga kami di rumah, dua putra saya masih di puing-puing, saya menunggu mereka," katanya.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Turki M 7,8 Mencapai 3.800 Jiwa, WHO Sebut Masih Bisa Meningkat hingga...
Ia dirawat karena tangannya patah dan luka di wajahnya.
Seorang warga lainnya yang berada di kota Atareb, Suriah mengatakan bahwa bencana yang mengenai mereka ini seperti kiamat.
"Ini seperti kiamat, dingin sekali, dan ada hujan lebat, orang-orang butuh untuk diselamatkan," kata Abdul Salam al-Mahmoud.
Baca Juga: Dr Tifa Bilang Gempa Turki Seperti Peristiwa 911 Bukan Gempa, Mungkin Bagian Dari Perang Dunia III
Gempa bumi yang terjadi ini merupakan gempa yang terbesar yang pernah tercatat sejak gempa di ujung Atlantik Selatan pada Agustus 2021 menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat.
Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat (AFAD) Turki mengatakan hingga Selasa (7/2/2023) jumlah korban jiwa telah mencapai 2.316.
Berdasarkan catatan gempa bumi yang pernah terjadi di wilayah itu, jumlah korban ini merupakan yang terbesar setelah gempa tahun 1999 yang menghancurkan daerah padat penduduk di timur Laut Marmara, dekat Istanbul yang menewaskan 17 ribu orang.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Bumi M5,2 Guncang Muara Binuangeun Banten
Sementara pemerintah Suriah dan tim penyelamat di wilayah barat laut yang dikuasai pemberontak mengatakan gempa menewaskan 1.444 orang dan melukai sekitar 3,500 orang di negara itu
Koneksi internet disana dikabarkan sangat buruk dan jalanan yang rusak antara kota yang terdampak di Turki mempersulit upaya menilai dan mengatasi dampak gempa.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa bencana ini merupakan yang terburuk setelah tahun 1939, tapi ia mengatakan bahwa pemerintahannya berusaha yang terbaik.
"Semua orang menyerahkan hati dan jiwanya dalam upaya penyelamatan meski musim dingin, cuaca dingin dan gempa bumi terjadi di malam hari sehingga semakin menyulitkan," katanya.
Gempa bumi susulan yang sempat terjadi di wilayah tersebut menyulitkan tim penyelamat yang berusaha menarik para penyintas di bawah puing-puing.***

Share this article
Masyakarat Turki merasa gempa bumi yang terjadi dengan kekuatan 7,8 skala richter seakan seperti kiamat.