AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Indonesia di masa depan perlu melakukan kajian mendalam dengan kemungkinan hadirnya mobil terbang listrik Doroni H1 di pasaran.
Selain bisa menjadi solusi nyata kemacetan jalan, kehadiran mobil terbang listrik Doroni H1 merupakan impian bagi banyak kalangan.
Sebab mobil terbang listrik Doroni H1 yang merupakan besutan Doroni Aerospace telah mengantongi izin terbang dan sertifikasi dari Federasi Aviation Administration atau FAA.
Baca Juga: Tesla Model 3 Siap Ramaikan Mobil Listrik di Indonesia, Simak Harga dan Spesifikasinya di Sini!
Menjadi mobil terbang komersial pertama di dunia, Doroni H1 memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikan perusahaan asal Miami, Amerika Serikat ini incaran banyak orang.
Selain memiliki fitur dapat dilipat dan menghemat ruang penyimpanan, Doroni H1 juga dilengkapi teknologi eVTOL atau Electric Vertical Take-Off Landing.
Mengingat teknologi yang dimiliki cukup rumit dan beresiko, calon pemilik atau pengemudi Doroni H1 membutuhkan sertifikasi khusus untuk izin terbang.
Hal ini wajar, sebagaimana halnya Surat Ijin Mengemudi yang secara khusus dibuat sebagai aturan sebelum mengemudikan kendaraan bermotor di daratan.
Baca Juga: Kalahkan Tesla, Laba Operasional Toyota Tumbuh Hampir 2 Kali Lipat Secara Kuartalan
Dengan fitur ini, pengendara mobil terbang tidak membutuhkan landasan pacu yang jauh dan menyita banyak tempat.
Pemilik Doroni H1 yang mendapat izin di masa depan bisa langsung terbang dan mulai melintasi angkasa cukup dari halaman rumah.
Doroni H1 sendiri merupakan peralatan penting di masa depan yang dirancang untuk bisa masuk ke dalam garasi rumah.
Baca Juga: HEBOH! Burung Gagak Terbang Lepas Bendera Israel dari Tiang, Benar Kuasa Allah?
Untuk satu unit mobil terbang listrik Doroni H1 di garasi rumah, diperlukan ruang dengan panjang sekitar 7 meter dan lebar seluas empat meter.
Menggunakan sistem tenaga listrik, Doroni H1 dilengkapi dengan sistem fast charging yang mampu mengisi daya dengan sangat cepat dan efisien.
Untuk dua puluh menit waktu pengisian, daya yang dihasilkan bisa mencapai kapasitas delapan puluh persen dari kapasitas maksimal.
Sebagai tenaga utama, mobil terbang listrik Doroni H1 dibekali dua motor listrik utama yang masing-masing mampu menghasilkan tenaga 100 KW.
Dengan tenaga tersebut, Doroni H1 memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh alat tunggangan semisal helikopter atau mobil biasa.
Mampu membawa dua penumpang dalam sekali terbang, Doroni H1 mampu mencapai ketinggian hingga mencapai sepuluh ribu kaki atau tiga kilometer dari permukaan tanah.
Doroni H1 yang akan mulai dipasarkan pada tahun 2024 mendatang, mampu mencapai kecepatan maksimal sejauh 222 kilometer per jam atau 120 knot.
Kendati sudah mulai dijual secara komersial di tahun 2024, namun Doroni Aerospace belum meresmikan harga pembelian untuk setiap unitnya.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 12 Desember 2023 dari berbagai sumber. ***

Share this article
Doroni H1, mobil terbang listrik komersial pertama di dunia, memiliki fitur canggih dan sertifikasi FAA. Mulai dijual pada 2024.