AYOJAKARTA.COM--Para pemilik kendaraan bermotor harus mulai paham terkait beberapa komponen yang harus rutin dicek, salah satunya adalah pelumas yang sering disebut dengan oli.
Oli yang banyak dikenal oleh para pemilik kendaraan adalah oli mesin, namun tahukah Anda jika ada yang dinamakan oli gardan.
Oli gardan merupakan pelumas yang dibutuhkan untuk melicinkan komponen transmisi otomatis.
Pemberian pelumas pada komponen transmisi bertujuan agar saat saling bergesekan tidak ada komponen yang cepat rusak.
Baca Juga: Kapan Ganti Oli yang Ideal dan Tepat untuk Motor? Simak di Sini Penjelasannya
Dikutip AyoJakarta.com dari laman suara.com (23/6/2023), pergantian oli gardan motor matik yang disarankan dilakukan adalah setiap 8.000 km sekali.
Terdapat dua dampak negatif yang dapat ditimbulkan jika pengguna kendaraan bermotor lupa mengganti oli gardan, antara lain:
1.Suara kasar
Suara kasar akan ditimbulkan jika telat mengganti oli Gardan.
Pasalnya kekentalan dan daya lumas oli transmisi yang sudah berkurang, otomatis akan membuat gesekan antar komponen di dalam boks gardan motor matik yang sudah tak terlumasi dengan baik.
Hal ini juga sering dijumpai di jalan, suara berisik berasal dari arah CVT motor matik.
Selain itu dampak berkepanjangan lainnya adalah gear ratio akan rentan aus akibat minimnya pelumasan. Usia pakainya pun menurun.
Baca Juga: Nggak Kalah Penting dengan Fungsi Oli Mesin, Ini Alasan Oli Gardan Perlu Diperhatikan
2.Bearing gardan goyah
Bearing merupakan salah satu komponen yang berada di dalam gardan.
Jika lupa mengganti oli gardan maka dapat bearing goyang atau rusak ini juga ditandai dengan suara kasar, seiring kecepatan motor matik melaju.
Pemilik kendaraan bermotor harus rutin memeriksa dan mengganti oli gardan setidaknya 3 atau 4 bulan.
Namun dalam kondisi lainnya jika hujan dan terus menerjang banjir atau genangan air, dianjurkan untuk segera diganti.
Hal ini dikarenakan jika air masuk kedalam ruang transmisi maka akan membuat oli gardan menjadi rusak.***

Share this article
Pemberian pelumas pada komponen transmisi bertujuan agar saat saling bergesekan tidak ada komponen yang cepat rusak.