AYOJAKARTA.COM - Pendidikan selalu menjadi investasi jangka panjang yang berharga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja mengumumkan rencana ambisius menghadirkan program beasiswa ala LPDP khusus untuk mahasiswa Jakarta.
Program ini diberi nama Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan target awal 100 mahasiswa yang akan mendapat kesempatan kuliah di luar negeri mulai tahun 2026.
Pramono menyampaikan bahwa beasiswa ini difokuskan bagi anak-anak Jakarta dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keadilan dalam akses pendidikan harus dirasakan semua kalangan.
Baca Juga: Urusan dengan TNI Akhirnya Kelar, Ferry Irwandi Ingatkan Publik Agar Fokus ke Tuntutan 17+8
Konsep beasiswa ini meniru skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) milik pemerintah pusat, namun dengan pola khusus Jakarta.
Nantinya, dana akan disalurkan melalui KJMU yang diperluas hingga jenjang S2 dan S3. Pramono pun berharap DPRD DKI mendukung program tersebut agar bisa segera direalisasikan tahun depan.
Selain memberi kesempatan kuliah gratis ke luar negeri, beasiswa ini juga memiliki syarat penting: penerima wajib kembali ke Jakarta usai menamatkan studinya.
Hal ini dilakukan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun kota. Program ini diyakini mampu memotong “garis ketidakberuntungan” sekaligus membuka wawasan global bagi generasi muda.
Baca Juga: Kapan Pemain Persija Jakarta Rizky Ridho Bisa Mulai Abroad?
Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia Jakarta bisa meningkat signifikan. “Investasi terbesar sebuah kota adalah manusianya,” tulis Pramono dalam unggahan media sosialnya.
Langkah Pemprov DKI menghadirkan beasiswa ala LPDP ini sejalan dengan upaya memperluas kesempatan pendidikan sekaligus mendorong pemerataan.
Bagi mahasiswa, kesempatan ini adalah peluang emas untuk meraih mimpi kuliah di kampus terbaik dunia tanpa terbebani biaya. Jika terealisasi, program ini bisa menjadi salah satu inovasi pendidikan daerah terbesar di Indonesia.
Harapannya, mahasiswa penerima beasiswa KJMU versi LPDP Jakarta dapat menjadi motor perubahan, membawa pengalaman internasional mereka untuk kemajuan Jakarta di masa depan.
Baca Juga: BRI Hadirkan Edukasi Keuangan yang Praktis dan Aman untuk Anak Muda
Mekanisme detailnya masih dalam tahap persiapan. Namun, jika melihat pola beasiswa LPDP nasional, kemungkinan besar cara mendapatkannya akan seperti ini:
1. Harus warga Jakarta
Penerima beasiswa wajib memiliki KTP DKI Jakarta, karena program ini dikhususkan untuk putra-putri daerah.
2. Melalui KJMU
Skemanya akan diintegrasikan ke dalam Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Jika DPRD DKI menyetujui, KJMU akan diperluas hingga level pascasarjana (S2 dan S3), bukan hanya S1.
3. Seleksi akademik & non-akademik
Nilai akademik harus memenuhi standar (IPK tertentu atau prestasi minimal). Ada kemungkinan tes bahasa (IELTS/TOEFL) untuk kuliah ke luar negeri. Seleksi wawancara untuk menilai komitmen penerima dalam kembali membangun Jakarta.
4. Kuota terbatas
Tahap awal hanya 100 mahasiswa yang bisa lolos. Artinya, persaingan akan cukup ketat.
Baca Juga: iPhone 17 Series Segera Beredar di Indonesia, Harga Fix Tembus hingga Rp40 Juta?
5. Wajib kembali ke Jakarta
Setelah selesai kuliah, penerima beasiswa harus kembali ke Jakarta dan mengabdi, baik di pemerintahan, pendidikan, maupun sektor pembangunan lainnya.
Share this article
DKI luncurkan KJMU ala LPDP 2026 bagi 100 mahasiswa kurang mampu. Kuliah gratis S2/S3 luar negeri, syarat wajib kembali ke Jakarta untuk mengabdi.