AYOJAKARTA.COM - Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT2026 resmi diumumkan pada Senin (25/5) pukul 15.00 WIB.
Dari hasil pengumuman tersebut sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos dari total 871.496 pendaftar.
Dengan demikian, hanya sekitar 29,42 persen peserta yang dinyatakan diterima di PTN.
Kini, hasil pengumuman tersebut mendadak menjadi perhatian publik.

Muncul dugaan bahwa telah terjadi kecurangan dalam proses pelaksanaan UTBK SNBT 2026.
Dugaan kecurangan ini bahkan disampaikan langsung oleh Kemendiktisaintek.
Di tengah tingginya persaingan, Kemendiktisaintek mengklaim pihaknya menemukan 1.751 pelanggaran pada pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.
Dikatakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, hampir 99 persen kasus kecurangan ini berasal dari peserta yang memilih Program Studi Kedokteran.

Brian menyampaikan modus yang dilakukan yaitu mulai dari penggunaan joki, alat elektronik, hingga manipulasi lokasi ujian.
Panitia juga menggunakan face recognition dan AI untuk mendeteksi peserta curang.
Termasuk mencocokkan foto peserta dengan database tahun-tahun sebelumnya.
Dari hasil tersebut, ada 38 peserta yang dipastikan masuk blacklist PTN.

Mereka terbukti melakukan kecurangan terstruktur, termasuk memakai joki.
Bahkan, Kemendiktisaintek mengambil tindakan tegas dengan menyebarkan nama mereka ke seluruh PTN sehingga tidak bisa mengikuti jalur penerimaan berikutnya.***
Share this article
Modus dugaan kecurangan di UTBK-SNBT 2026 yang dilakukan yaitu mulai dari penggunaan joki, alat elektronik, hingga manipulasi lokasi ujian.