AYOJAKARTA.COM – Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah awal untuk meraih karir impian.
Bagi kamu yang tertarik dengan bidang kesehatan, khususnya di bidang laboratorium, mungkin bertanya-tanya antara memilih D-3 atau D-4 Analis Kesehatan.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Mia Andrian yang diunggah 12 Agustus 2020, jenjang pendidikan D-3 maupun D-4 Analis Kesehatan berada dalam program vokasi, yang artinya kedua program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusannya siap terjun ke dunia kerja.
Keduanya menawarkan porsi yang signifikan antara teori dan praktikum. Jadi, anggapan bahwa D-4 lebih banyak teori dan D-3 lebih banyak praktikum tidak sepenuhnya benar.
D-4 Analis Kesehatan memiliki porsi antara teori dan praktikum adalah 1 SKS teori berbanding 2 SKS praktikum, sehingga waktu yang dihabiskan di laboratorium hampir sama banyaknya dengan di kelas.
Baca Juga: Tertarik Berkarir di Bidang Kesehatan? Ini 8 Politeknik Kesehatan Terbaik Versi Webometrics 2023
1. Perbedaan waktu pendidikan
Perbedaan yang paling mencolok antara D-3 dan D-4 Analis Kesehatan adalah durasi studi. Program D-3 memerlukan waktu 3 tahun atau 6 semester untuk diselesaikan.
Sementara itu, program D-4 memerlukan waktu 4 tahun atau 8 semester. Terlihat perbedaan waktu yang cukup signifikan yaitu satu tahun lebih lama untuk program D-4.
Baca Juga: Ini 7 Tanda Kamu Perlu ke Psikolog, Perhatikan Kesehatan Mentalmu!
2. Jumlah SKS
Jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) juga berbeda antara kedua program ini. D-3 Analis Kesehatan memiliki total 120 SKS, sementara D-4 Analis Kesehatan memiliki total 150 SKS.
Sehingga ada lebih banyak mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa D-4, yang tentu saja berdampak pada lamanya masa studi.
Baca Juga: Peran Penting Farmasi dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
3. Gelar yang diperoleh
Perbedaan lainnya terletak pada gelar yang didapatkan setelah lulus. Lulusan D-3 Analis Kesehatan akan mendapatkan gelar A.Md.Kes (Ahli Madya Kesehatan).
Sedangkan lulusan D-4 Analis Kesehatan mendapatkan gelar S.Tr.Kes (Sarjana Terapan Kesehatan). Gelar ini mencerminkan tingkat pendidikan yang telah dicapai dan bisa mempengaruhi peluang karir di masa depan.
Baca Juga: 7 Dampak Negatif Sering Begadang bagi Kesehatan, Salah Satunya Lesu dan Kurang Energi
4. Kewenangan dan kemampuan
Lulusan D-4 dapat melakukan metode pemeriksaan yang lebih canggih dan memiliki kewenangan untuk menjadi validator hasil pemeriksaan di laboratorium.
Hal tersebut merupakan kelebihan penting yang bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih antara D-3 dan D-4.
Baca Juga: Pro-Kontra Wacana Kementerian Kesehatan Impor Dokter Asing ke Indonesia
5. Saran untuk calon mahasiswa
Jika berencana untuk melanjutkan studi hingga S-2, lebih baik memilih D-4 Analis Kesehatan. Hal ini karena setelah menyelesaikan D-4, bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2 tanpa perlu menempuh D-4 terlebih dahulu seperti lulusan D-3.
Selain itu, standar tenaga kesehatan mungkin akan meningkat di masa depan menjadi setara dengan S-1.
Sehingga lulusan D-4 akan lebih siap menghadapi perubahan tersebut dibandingkan lulusan D-3 yang harus melanjutkan pendidikan lagi.
Kedua program D-3 dan D-4 Analis Kesehatan memiliki kelebihan masing-masing. Pilihan terbaik tergantung pada rencana karir dan tujuan pendidikan.***

Share this article
Bagi kamu yang tertarik dengan bidang kesehatan, mungkin bertanya-tanya antara memilih D-3 atau D-4 Analis Kesehatan.