AYOJAKARTA.COM - Universitas Indonesia (UI) selalu menjadi incaran calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di institusi bergengsi.
Namun, persaingan untuk masuk ke beberapa jurusan kuliah di UI sangatlah ketat.
Berdasarkan data dari laman SIMAK UI, persaingan masuk ke jurusan Sastra Inggris ternyata jauh lebih ketat dibandingkan dengan jurusan favorit lainnya seperti Hukum dan Akuntansi.
Data menunjukkan bahwa pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023, jurusan Sastra Inggris memiliki tingkat persaingan sebesar 2,82 persen.
Dari 852 pendaftar, hanya 24 yang diterima, menjadikannya salah satu jurusan kuliah dengan persaingan tertinggi di UI.
Sebaliknya, jurusan Hukum memiliki tingkat persaingan sebesar 4,77 persen dengan daya tampung yang jauh lebih besar dibandingkan Sastra Inggris.
Akuntansi, dengan tingkat persaingan 4,36 persen juga memiliki daya tampung yang lebih luas.
Meski persaingan di Sastra Inggris sangat ketat, ternyata masih ada jurusan kuliah lain di UI yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
Jurusan Kriminologi misalnya, memiliki tingkat keketatan hanya 1,19 persen dengan 1.597 pendaftar dan daya tampung hanya 18 kursi.
Ini menjadikannya jurusan kuliah dengan persaingan paling ketat di UI.
Ilmu Hubungan Internasional juga termasuk jurusan kuliah dengan tingkat persaingan tinggi yaitu 1,52 persen.
Dari 1.188 pendaftar, hanya 18 yang diterima.
Jurusan kuliah ini memang selalu menjadi favorit bagiyang tertarik dengan studi politik dan hubungan internasional.
Pendidikan Dokter di UI memiliki daya tampung yang lebih besar yaitu 83 kursi, namun tingkat persaingannya tetap sangat ketat di angka 1,96 persen.
Jumlah pendaftar yang mencapai 3.827 orang menunjukkan betapa besar minat calon mahasiswa terhadap jurusan kuliah ini.
Ilmu Komunikasi dengan tingkat keketatan 2,40 persen juga menjadi salah satu jurusan kuliah dengan persaingan ketat.
Baca Juga: Tak Lolos SNBP, SNBT dan Jalur Mandiri? Ini 15 Perguruan Tinggi Swasta Penerima KIP Kuliah!
Dari 2.247 pendaftar, hanya 48 yang diterima.
Jurusan kuliah ini terus menarik minat karena prospek karier yang luas di bidang media dan komunikasi.
Meski memiliki tingkat keketatan 2,82 persen, Sastra Inggris bukanlah jurusan kuliah paling ketat di UI.
Ilmu Psikologi serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja masing-masing memiliki tingkat persaingan 2,84 persen.
Baca Juga: 3 Kegiatan Produktif yang Bisa Kamu Lakuin Waktu Mahasiswa Baru
Ilmu Psikologi dengan 3.490 pendaftar dan daya tampung 99 kursi serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan 634 pendaftar dan daya tampung 18 kursi.
Gizi juga menunjukkan persaingan yang tinggi dengan tingkat keketatan 2,87 persen.
Dari 697 pendaftar, hanya 20 yang diterima, menandakan minat yang besar terhadap bidang ini.
Bahasa dan Kebudayaan Korea yang semakin populer memiliki tingkat keketatan 3,02 persen dengan 563 pendaftar dan daya tampung 17 kursi.
Baca Juga: Teknik Sipil vs Teknik Industri: Perbedaan Mata Kuliah dan Prospek Kerja
Terakhir, Ilmu Komputer dengan tingkat keketatan 3,19 persen juga termasuk dalam daftar jurusan kuliah dengan persaingan tinggi di UI.
Dari 2.259 pendaftar, hanya 72 yang diterima.
Dari data tersebut, terlihat bahwa meskipun persaingan di jurusan Hukum dan Akuntansi tinggi, ada beberapa jurusan kuliah lain di UI yang memiliki tingkat persaingan lebih ketat.
Calon mahasiswa yang ingin masuk ke UI harus mempersiapkan diri dengan sangat baik, terutama jika memilih jurusan kuliah dengan tingkat persaingan tinggi seperti Kriminologi, Ilmu Hubungan Internasional atau Pendidikan Dokter.
Keketatan persaingan menunjukkan bahwa hanya mereka yang memiliki prestasi akademik terbaik yang akan berhasil lolos seleksi.***

Share this article
Jurusan kuliah apakah di Universitas Indonesia (UI) yang paling sulit ditembus calon mahasiswa baru?