AYOJAKARTA.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan tingkat selektivitas yang tinggi dalam penerimaan mahasiswanya.
Setiap tahun, calon mahasiswa bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di fakultas-fakultas terkemuka ini.
Pada tahun 2024, dua fakultas di ITB menunjukkan tingkat persaingan yang relatif lebih 'mudah', sedangkan dua fakultas lainnya menjadi yang paling sulit untuk ditembus.
Berikut adalah rincian mengenai fakultas-fakultas ini:
Fakultas yang Paling Mudah Ditembus
1. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB-C)
Terletak di Kampus Cirebon, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB-C) menonjol sebagai salah satu fakultas yang paling mudah diakses di ITB. Dengan tingkat penerimaan lebih dari 15%, FITB-C menawarkan program studi seperti geologi, geofisika, dan meteorologi. Lokasi di Cirebon menjadikannya pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang ingin mengejar studi kebumian tanpa menghadapi persaingan ketat yang ada di kampus utama.
2. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD-C)
Juga berada di Kampus Cirebon, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD-C) mencatatkan tingkat penerimaan lebih dari 15%. FSRD-C menawarkan program-program kreatif dalam seni rupa, desain produk, dan desain komunikasi visual. Dengan lokasi di Cirebon, fakultas ini memberikan alternatif bagi calon mahasiswa yang berfokus pada bidang seni tanpa harus bersaing sengit di kampus utama.
Fakultas yang Paling Sulit Ditembus
1. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K)
Di sisi lain, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) menjadi fakultas yang paling sulit ditembus dengan tingkat penerimaan di bawah 5%. STEI-K menawarkan berbagai program studi di bidang teknologi informasi dan elektro, seperti pemrograman dan kecerdasan buatan, yang sangat diminati dan memiliki persaingan yang sangat ketat.
2. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) juga berada di urutan teratas dalam hal keketatan penerimaan, dengan persentase di bawah 5%. SBM terkenal dengan program-program bisnis yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini, menjadikannya pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin mengejar karir di bidang bisnis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keketatan Penerimaan
Tingkat keketatan penerimaan di ITB dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jumlah pendaftar, kapasitas fakultas, dan daya tarik program studi. Fakultas dengan kapasitas lebih besar dan program studi yang lebih spesifik sering kali memiliki tingkat penerimaan yang lebih tinggi.
Sebaliknya, fakultas yang memiliki daya tarik tinggi dengan jumlah pendaftar yang sangat banyak akan menunjukkan tingkat keketatan yang lebih tinggi.
Di luar dua fakultas yang paling mudah dan sulit ditembus, ITB juga memiliki beberapa fakultas lain dengan tingkat keketatan penerimaan yang cukup ketat, seperti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA) dan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S), serta Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM).
Berikut adalah data keketatan penerimaan mahasiswa per fakultas di ITB selengkapnya.
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – IPA (FMIPA-IPA) 5% – 10%
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S) 5% – 10%
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R) 5% – 10%
- Sekolah Farmasi (SF) 5% – 10%
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) 5% – 10%
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) < 5%
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sipil dan Kelautan (FTSL-SI) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Teknologi Lingkungan (FTSL-L) 5% – 10%
- Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP) 5% – 10%
- Fakultas Teknologi Industri – Rekayasa Industri (FTI-RI) 5% – 10%
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) 5% – 10%
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 5% – 10%
- Fakultas Senirupa dan Desain (FSRD) 5% – 10%
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) < 5%
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Kampus Cirebon (FITB-C) >15%
- Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C) 5% – 10%
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan – Kampus Cirebon (SAPPK-C) 10% – 15%
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Kampus Cirebon (FTTM-C) 10% – 15%
- Fakultas Senirupa dan Desain – Kampus Cirebon (FSRD-C) >15%
Itulah dua fakultas yang paling mudah dan sulit ditembus di ITB tahun 2024 dan bisa dijadikan gambaran untuk pendaftaran tahun 2025.***

Share this article
Pada tahun 2024, dua fakultas di ITB menunjukkan tingkat persaingan yang relatif lebih 'mudah', sedangkan dua fakultas lainnya sulit