AYOJAKARTA.COM - Berikut ini akan dibahas mengenai apa itu playing victim yang belakangan sering terdengar di tengah masyarakat.
Selain pengertian apa itu playing victim, dalam artikel ini juga akan dibahas seperti apa tanda-tandanya.
Perlu diketahui, saat ini banyak sekali orang yang mencari apa itu playing victim.
Baca Juga: Mbah Moen: Surah Pendek Ini akan Membuat Orang yang Sudah Menikah Rezekinya Mengalir Deras, Apa Itu?
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Pikiran Rakyat dengan judul "Apa Itu Playing Victim? Simak Pengertian dan Tanda-tandanya".
Playing victim sendiri diartikan upaya membangun narasi sebagai korban untuk memanipulasi seseorang.
Seseorang yang melakukan playing victim ingin dianggap sebagai korban dalam suatu permasalahan, padahal, biasanya, yang terjadi adalah sebaliknya.
Baca Juga: Viral Maba Unhas Ditolak Kampus Lantaran Mengaku Gender Netral, Apa Itu Non Binary?
Oleh karena itu, perilaku ini sangatlah manipulatif, karena para pelaku memainkan emosi seseorang.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari lifehack.org id pada 8 September 2022, berikut adalah 5 tanda-tanda seseorang sedang melakukan playing victim.
1. Tidak Bertanggung Jawab
Baca Juga: Viral Pengutil di Alfamart, Yuk Kenali Tanda Klepto dan Apa Itu Tindakan Kleptomania
Ketika playing victim, seseorang akan menolak untuk bertanggung jawab atas keadaan yang dialaminya.
Sebaliknya, mereka menunjuk orang lain agar membuat orang lain merasa bersalah, atau mengabaikan peran mereka dalam menyelesaikan masalah.
2. Tidak Berkembang
Baca Juga: Memahami Apa Itu PPSU, Seperti Apa Tugas dan Perannya? Simak Infonya Berikut Ini
Para pelaku play victim percaya bahwa mereka berada di bawah belas kasihan semua orang dan dunia berputar di sekitar mereka.
Biasanya, seorang korban tidak akan membuat kemajuan atau kemajuan dalam hidup mereka karena mereka merasa bahwa mereka tidak berdaya.
Sehingga hidupnya akan berada di situasi yang sama.
Baca Juga: Jadi Temuan Komnas HAM Terkait Misteri Tewasnya Brigadir J, Apa itu Obstruction of Justice?
Ketika seseorang bertanya alasan mengapa mereka tidak berdaya, mereka akan menjawab dengan member daftar alasan mengapa mereka seperti itu untuk memanipulasi empati orang lain.
3. Sulit Bersikap Asertif
Pelaku play victim tidak benar-benar percaya bahwa mereka dapat mengendalikan hidup mereka, sehingga mereka berjuang untuk menyatakan apa yang mereka butuhkan, inginkan, atau pantas mereka dapatkan.
4. Tidak Mengerti Batasan
Mereka kesulitan membuat batasan, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain.
Jika kamu seorang teman dari si pelaku, kamu harus menetapkan batasan dengan “korban”.
Putuskan seberapa banyak perilaku korban mereka yang ingin kamu maklumi sebelum kamu mengundurkan diri.
5. Terlalu Mengasihani Diri Sendiri
Korban memiliki kebiasaan mengasihani diri sendiri.
Baca Juga: Apa Itu Justice Collaborator? Istilah Hukum yang Diajukan Bharada E dalam Kasus Kematian Brigadir J
Mereka mencerminkan anak yang tidak berdaya yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Karena orang lain biasanya tidak menunjukkan simpati atau empati kepada mereka, mereka mencoba memberikannya kepada diri mereka sendiri, hanya untuk berpotensi terlihat tidak dewasa kepada orang lain.
Ini akan membuat orang lain terjebak dengan permainannya dan membuat mereka tetap bermain sebagai korban. (Raden Roro Nabiilah Cakraningtyas)***

Share this article
Sering terdengar di tengah masyarakat, palying victim adalah upaya membangun narasi sebagai korban untuk memanipulasi seseorang.