JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Banyak orang jarang bergerak karena aturan isolasi mandiri di rumah, larangan berpergian dan aktivitas lainnya di luar setelah 2 tahun pandemi virus corona Covid-19.
Sedangkan, jarang bergerak bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Melansir @himedikdotcom Sabtu (24/4/2022) ini beberapa tanda tubuh kurang bergerak atau aktivitas fisik:
Baca Juga: Begini Tips Olahraga yang Benar Selama Bulan Puasa
1. Mata bengkak
Gaya hidup yang tidak banyak bergerak adalah salah satu pemicu utama retensi air. Mata bengkak muncul karena terlalu lama berada dalam posisi horizontal atau Anda jarang bergerak.
2. Sembelit
Olahraga sangat penting untuk membantu buang air besar secara teratur. Jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda hanya untuk duduk atau jarang bergerak, dibutuhkan lebih banyak waktu untuk makanan bergerak melalui usus besar Anda.
Baca Juga: Berat Badan Cepat Turun Tanpa Olahraga, Begini Caranya!
3. Pelupa
Satu studi menemukan bahwa orang yang menjalani gaya hidup tidak banyak bergerak menunjukkan perubahan struktural di otak di area lobus temporal medial.
4. Lutut terasa sakit
Banyak bergerak adalah kunci untuk mengendurkan persendian yang kaku. Berolahraga dapat meringankan gejala radang sendi dan osteoartritis, terutama latihan aerobik berdampak rendah.
Baca Juga: 7 Taman dengan Pepohonan Rindang di Jakarta, Cocok untuk Bersantai hingga Olahraga
Maka dari itu seringlah bergerak, karena aktivitas fisik bisa membantu meningkatkan energi dan melepaskan endorfin, yang membuat Anda bahagia.

Share this article
Orang yang kurang gerak dan jarang olahraga akan berdampak pada menurunnya derajad kesehatan seseorang sehingga aktivitas gerak itu penting.