AYOJAKARTA.COM - Sering mengantuk di siang hari bukan hanya masalah sepele akibat begadang.
Dilansir dari aafp.org, kondisi yang dikenal sebagai excessive daytime sleepiness ini dialami sekitar 20 persen populasi dan dapat berdampak serius pada kesehatan, produktivitas, hingga keselamatan.
Mulai dari kinerja kerja yang menurun sampai risiko kecelakaan, rasa kantuk berlebihan perlu dipahami penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.
Penyebab paling umum dari kantuk di siang hari adalah kurang tidur. Banyak orang merasa tidur 5–6 jam sudah cukup, padahal kebutuhan tidur orang dewasa rata-rata 7–9 jam per malam.
Kekurangan tidur, bahkan yang ringan dan terjadi berulang, dapat menurunkan fungsi otak, konsentrasi, dan daya ingat.
Menariknya, orang yang kurang tidur kronis sering kali tidak menyadari penurunan performa yang dialaminya.
Selain kurang tidur, gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea (OSA) menjadi penyebab signifikan.
OSA terjadi ketika saluran napas tersumbat saat tidur, menyebabkan napas berhenti sesaat berulang kali.
Akibatnya, kualitas tidur terganggu meski durasi tidur terlihat cukup. Kondisi ini umum terjadi dan sering tidak terdiagnosis, terutama pada orang dewasa dengan faktor risiko seperti obesitas dan usia yang bertambah.
Penderitanya kerap merasa sangat mengantuk di siang hari dan berisiko mengalami kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
Faktor lain yang sering luput adalah efek obat-obatan. Banyak obat, baik resep maupun nonresep, memiliki efek samping mengantuk.
Antihistamin, obat penenang, antidepresan, obat tekanan darah tertentu, hingga obat batuk dapat menurunkan kewaspadaan.
Konsumsi alkohol juga termasuk penyebab umum kantuk berlebih, meski sering dianggap sepele.
Kondisi medis dan psikologis turut berperan. Depresi, gangguan kecemasan, cedera kepala, stroke, hingga penyakit saraf dapat memicu rasa mengantuk berlebihan.
Selain itu, gangguan ritme tidur seperti jet lag, kerja shift, restless legs syndrome, atau narcolepsi juga bisa menjadi penyebab, meski jumlah kasusnya lebih sedikit.
Dampak sering mengantuk di siang hari tidak bisa dianggap ringan. Penurunan fungsi kognitif dapat membuat seseorang tampak tidak produktif atau kurang termotivasi, padahal akar masalahnya adalah gangguan tidur.
Pada pelajar dan pekerja, kondisi ini berkaitan dengan prestasi akademik dan profesional yang menurun.
Jika rasa kantuk di siang hari terjadi terus-menerus, mengganggu aktivitas, atau disertai kebiasaan tertidur saat berkendara, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Penanganan yang tepat dimulai dari menemukan penyebab utamanya, baik dengan memperbaiki pola tidur, menyesuaikan obat, maupun menangani gangguan tidur tertentu.
Tidur berkualitas bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk tubuh dan otak agar tetap berfungsi optimal.***
Share this article
Sering mengantuk di siang hari bisa disebabkan kurang tidur, sleep apnea, efek obat, alkohol, stres, atau gangguan kesehatan. Kondisi ini menurunkan fokus, produktivitas, dan meningkatkan risiko kecel