AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa pekan terakhir, jagad maya dibuat gempar dengan banyaknya kasus kematian akibat Rabies.
Minimnya pemahaman terkait dengan dampak dari gigitan hewan yang terinfeksi rabies menjadi salah satu penyebab banyak kasus kematian.
Terlebih lagi kesadaran dan pengetahuan bahwa rabies merupakan salah satu penyebab kematian yang memiliki persentase mencapai 99,9 persen.
Baca Juga: Kuota Haji Tambahan Transit Semalam di Madinah, Biaya Operasional Membengkak
Seseorang yang mengalami gigitan, goresan atau bahkan luka terbuka dari hewan mamalia pengantar rabies, menjadi tidak punya banyak pilihan.
Virus rabies yang telah berpindah ke tubuh manusia, akan segera naik ke otak serta saraf tulang bagian belakang untuk menempel pada Neuron.
Jika hal ini sampai terjadi, maka manusia yang terkena virus rabies akan mengalami demam serta muntah-muntah.
Orang yang terkena gigitan, goresan, atau luka terbuka yang mengandung virus rabies juga akan kesulitan untuk menelan meski kondisinya sedang kekurangan cairan.
Dalam beberapa kasus, korban gigitan hewan yang terjangkit virus rabies juga akan mengalami sensasi seperti sedang tenggelam di air.
Apabila sudah mencapai fase semacam ini, maka potensi dari datangnya kematian sudah sangat dekat.
Dari puluhan ribu kasus kematian akibat hewan yang terjangkit rabies, hanya terdapat sebanyak puluhan orang penyintas.
Dunia kesehatan sempat membuat sebuah protokol untuk mengurangi tingginya angka kematian akibat rabies dengan menggunakan Protokol Milwaukee.
Baca Juga: Link Nonton King the Land Episode 1-2 Sub Indonesia, Bukan Rebahan atau Nodrakor!
Namun protokol kesehatan tersebut kemudian dihentikan karena dinilai tidak sepenuhnya efektif untuk bisa diterapkan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa terhindar dari dampak virus rabies adalah dengan memberikan vaksin kepada korban.
Langkah ini harus secepatnya dilakukan apabila seseorang mengalami serangan hewan mamalia yang terinfeksi virus rabies.
Tindakan memberikan serum ini merupakan satu-satunya cara terbaik untuk mencegah virus rabies menyerang Neuron.
Baca Juga: Terekam Momen Romantis, Seorang Kakek Benahi Kerudung Sang Nenek, Bikin Baper Warganet
Untuk bisa mencapai otak dan menimbulkan gejala lebih mengerikan, virus rabies hanya membutuhkan waktu 10 hari sebelum benar-benar mencapai otak.
Salah satu cara agar seseorang tidak mengalami kematian akibat serangan hewan mamalia pengantar rabies adalah bersikap waspada terhadap hewan liar.
Terlebih jika hewan liar yang dijumpai tersebut bersikap liar atau agresif, sehingga bisa sewaktu-waktu melakukan serangan.
Cara lain yang dapat dilakukan manusia untuk terhindar dari rabies adalah dengan melakukan vaksin anti rabies jika berada di tempat hewan liar.
Selain cara tersebut, langkah pencegahan lain yang perlu dilakukan oleh manusia adalah dengan memberikan vaksin kepada hewan peliharaannya.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 18 Juni 2023 dari kanal YouTube Neuron. ***

Share this article
Ramai viral virus rabies pada hewan yang menyebabkan kematian, terungkap bahwa virus ini berbahaya dan jadi penyebab kematian