TEBET, AYOJAKARTA -- Tim bulu tangkis Indonesia gagal membawa pulang kembali Piala Sudirman 2021. Pupusnya mimpi itu terjadi setelah Indonesia dikalahkan Malaysia dengan skor tipis 2-3 di babak perempatfinal pada Jumat (1/10) lalu.
Menurut psikolog tim bulu tangkis Indonesia Endro Wibowo, dia mengatakan bahwa dari aspek psikologi, penyebab kekalahan para pemain Indonesia di babak knock out lawan tim negeri jiran, karena faktor kelengahan. Sehingga, kata dia, pemain kehilangan konsentrasi dan fokus untuk menerapkan strategi bermainnya.
"Para pemain sebenarnya telah berupaya keras memberikan yang terbaik dalam permainan di tengah lapangan. Namun ada sedikit kelengahan seperti hilang fokus di lapangan. Hal ini dapat dimanfaatkan lawan, sehingga mengakibatkan kekalahan," tutur Endro dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Senin 4 Oktober 2021.
Saat ini, Skuad Merah-Putih akan kembali fokus untuk menghadapi turnamen beregu lainnya yaitu Piala Thomas-Uber 2020. Sejatinya,turnamen ini digelar pada 2020, namun adanya pandemi Covid-19 membuat turnamen tersebut ditunda.
Piala Thomas-Uber 2020 akan digelar pada 9-17 Oktober yang bertempat di Ceres Arena, Aarhus, Denmark. Tim Psikologis Indonesia sedang berupaya untuk menaikkan kembali spirit dan daya juang para pebulutangkis Indonesia, agar bisa tampil lebih maksimal di Piala Thomas-Uber 2020.
Tim Thomas Indonesia yang menjadi unggulan pertama berada di grup A bersama Chinese Taipei, Aljazair, dan Thailand. Chinese Taipei dianggap bisa menjadi batu sandungan mengingat kekuatan materi pemainnya yang merata seperti tunggal putra Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei serta peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putra Lee Yang/Wang Chi-Lin.
Sementara tim Uber Indonesia tergabung bersama Jepang, Jerman, dan Perancis. Keempat negara ini tergabung di grup A.

Share this article
Saat ini, Skuad Merah-Putih akan kembali fokus untuk menghadapi turnamen beregu lainnya yaitu Piala Thomas-Uber 2020.