SLEMAN, AYOJAKARTA.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan sepak bola di tengah pandemi Covid-19. Sebelum kompetisi bergulir, PSSI dan PT LIB akan menyelenggarakan Piala Menpora 2021 sebagai ajang pemanasan serta tolok ukur pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).
Menanggapi turunnya izin dari kepolisian tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada, Marco Paulo Gracia menyebut persiapan turnamen terlalu mepet.
Dia mengatakan, dalam kurun waktu yang mepet seperti itu klub harus mempersiapkan diri, mulai dari mendatangkan pemain yang memakan waktu sekitar 2 mingguan. Diikuti dengan tes bagi pemain.
“Jangan lupa kita dalam proses kontrak-kontrak, jadi menurut saya 20 Maret 2021 pasti terlalu mepet,” kata Marco.
Dia berpendapat, waktu ideal untuk pemain yakni 6 minggu. Tapi hal itu disadari sulit diterapkan karena ada Idulfitri. Meski begitu, PSS tidak menginginkan turnamen itu berjalan terburu-buru. Sehingga segala hal yang disiapkan oleh klub secara matang tidak bisa tereksekusi dengan baik.
“Jadi kita harus berhitung ulang lagi. Saya rasa minggu kedua April masih masuk akallah untuk memulai turnamen,” kata Marco.
Tidak Fair
PS Sleman menyadari masih adanya pembatasan bagi warga negara asing masuk ke Indonesia. Namun, PSS akan mengusulkan perlunya diskusi PSSI dengan pihak imigrasi, bahkan dengan pemerintah untuk mengusahakan kemudahan bagi atlet dan pelatih ke Indonesia.
“Tidak fair jika turnamen, yang mengawali kembalinya sepakbola setelah sekian lamanya terhenti, tanpa pemain asing dulu. Tampilnya pemain asing merupakan kesempatan bagi klub untuk menilai kemampuan mereka,” jelas Marco.
PSS mengusahakan pelatihnya, Dejan Antonic bisa segera ke Sleman. Tanpa adanya pelatih tersebut rasanya kurang ideal bagi PSS mempersiapkan diri mengarungi turnamen Piala Menpora 2021.
“Jadi kita perlu mengusahakan, mudah-mudahan bisa mendapatkan keringanan, misalnya khusus untuk atlet dan pelatih yang WNA apakah bisa dibantu pemerintah untuk mendapat dispensasi masuk ke indonesia, misalnya. Saya tidak tahu. tapi ini kan lagi-lagi bentuk dari usaha kita,” kata Marco.
Mesk begitu, tambahnya, PSS tentunya kita tetap akan mengikuti kebijakan dari pemerintah.
“Kalaupun memang terburuknya seperti itu, kita memang harus jalan. Namun, kita akan tetap memperjuangkan masalah itu,” tegasnya.
PSS tetap menginginkan Piala Menpora 2021 mulai di minggu kedua April 2021. Hal ini agar semua bisa tertata dengan baik. Sehingga tidak terkesan terburu-buru dan dipaksakan.
Selain masih tetap mempertahankan Dejan Antonic sebagai pelatih Super Elang Jawa, skuad PSS di musim 2021 akan diwarnai dengan banyaknya wajah-wajah baru.
Dari skuad musim 2020 lalu pemain yang dipastikan tidak turut lagi memperkuat PSS adalah Yevhen Bokhasvilli yang mengundurkan diri, meski masih memiliki kontrak hingga akhir 2021.
“Ada sekitar 50 persen yang dipertahankan, mencapai kesepakatan untuk kontrak baru. Sedangkan per hari ini ada 4-5 pemain baru yang sudah sepakat untuk bergabung dengan PSS. Jadi kita optimis dengan skuad PSS,” jelas Marco.

Share this article
Menanggapi turunnya izin dari kepolisian tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada, Marco Paulo Gracia menyebut persiapan turnamen terlalu mepet.