TEBET, AYOJAKARTA.COM – Paslon nomor 1 Pilkada TangerangS elatan (Tangsel), Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, membeberkan cara uniknya untuk bisa melibatkan partisipasi warga Tangsel dalam setiap keputusan pemerintah. Setidaknya, ada dua metode yang akan dipakai oleh paslon nomor 1 ini, yaitu melalui top-down dan bottom-up.
Muhamad mengatakan, dari top-down dia ingin mengakomodir gubernur dan menteri melalui berbagai macam cara. Sedangkan dari bottom-up, dia menuturkan akan secara langsung turun ke masyarakat melalui olahraga, pengajian, dan kegiatan-kegiatan informal lain dimana dia menilai terkadang masyarakat tidak berani menyampaikan di forum resmi.
“Kalau di forum bebas itu belum tentu disampaikan, tetapi kalau kita sambil duduk ngopi di warung itu sangat terbuka sekali. Kalau musrenbang itu klasik, banyak bertahun-tahun tidak diakomodir, tapi kami ingin terjun langsung,” tegas Muhamad dalam debatnya kala itu.
Saraswati juga menegaskan bahwa dia dan Muhamad tidak perlu menunggu menjadi wali kota dan wakil wali kota Tangsel untuk melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat. Wanita yang akrab dipanggil Sara itu menuturkan telah rutin melakukan pertemuan virtual yang diberi nama ‘Berzoompa dengan Saraswati’.
“Jadi hal-hal seperti ini tentunya kami akan lanjutkan kedepan untuk memastikan bahwa masyarakat bisa langsung didengar. Pertemuan tiap dua minggu sekali dengan ketua-ketua lingkungan, ketua RT, ketua RW di setiap kelurahan dan juga tentunya jangan lupa ada kebersamaan dengan DPRD,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ada sebanyak tiga pasang calon wali kota-wakil wali kota Tangerang Selatan yang akan berlaga dalam Pilkada Tangsel. Pasangan calon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati, yang diusung oleh Partai Gerindra, PDIP, PSI, PAN, dan Hanura.
Nomor urut 2, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, yang diusung oleh Partai Demokrat, PKS, dan PKB. Nomor urut 3, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, yang diusung oleh Partai Golkar.

Share this article
“Kalau di forum bebas itu belum tentu disampaikan, tetapi kalau kita sambil duduk ngopi di warung itu sangat terbuka sekali.” tegas Muhamad dalam debatnya kala itu.