AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka. Langkah ini dilakukan bukan hanya untuk penghijauan, melainkan sebagai pusat pengelolaan sampah dan kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa optimalisasi lahan sekolah ini memiliki tujuan ganda: memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sejak dini.
"Mari optimalisasi lahan sekolah untuk urban farming, untuk kegiatan-kegiatan yang memang olah sampah, pilah sampah," ujar Nahdiana dalam sebuah seminar daring di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Nahdiana menekankan bahwa ruang hijau di sekolah seharusnya tidak hanya menjadi hiasan estetika semata. Baginya, area tersebut adalah "laboratorium alam" dan ruang kelas terbuka yang mendukung program urban sustainability education yang diusung oleh Disdik DKI Jakarta.
Salah satu poin utama dalam gerakan ini adalah program Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS). Melalui JOSS, seluruh warga sekolah diajak untuk lebih bijak dalam memilah berbagai jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, B3, hingga residu, langsung dari sumbernya.
"Masalah sampah di Jakarta adalah tantangan nyata yang berada di depan mata. Jadi kita tidak bisa lagi menutup mata, bahwa ini urusan sampah sudah selesai ketika truk itu membawa sampah keluar dari gerbang sekolah," tegas Nahdiana.

Lebih lanjut, Nahdiana mengajak pihak sekolah untuk mengubah paradigma lama "kumpul, angkut, buang" menjadi paradigma sirkuler, yakni "pilih, pilah, pulihkan".
Untuk mendukung keberhasilan program ini, ia mengimbau sekolah-sekolah menyediakan sarana prasarana pemilahan sampah yang memadai.
Ia juga berharap para guru dan tenaga kependidikan dapat menjadi teladan bagi para siswa agar pemilahan sampah bisa menjadi gaya hidup baru di lingkungan sekolah.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.