TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Kasus positif Covid-19 yang menjangkit aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tangerang Selatan kian memprihatinkan. Mulanya tercatata ada lima kasus ASN yang menjadi pasien positif Covid-19, kini menjadi 20 ASN.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tangerang Selatan Apendi, 20 orang yang positif Covid-19 merupakan jajaran kepala dinas, sekretaris dan lainnya.
Apendi mengungkapkan, dari 20 ASN tersebut, kondisi paling parah dialami oleh Kepala Dinas Perhubungan Tangsel Purnama Wijaya.
"Dari para ASN yang positif Covid-19, hanya Pak Purnama yang kondisinya cukup parah. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Kota Tangerang hingga menggunakan ventilator," ungkap Apendi saat dikonfirmasi Suara.com - jaringan Ayojakarta, Sabtu (3/10/2020).
Meski begitu, saat ini kondisi Kadishub Tangsel Purnama Wijaya disebut sudah mulai membaik dan sudah tak lagi menggunakan ventilator.
"Memang sempat dirawat beberapa minggu, tapi terakhir saya ketemu di minggu lalu ventilatornya sudah dilepas. Saat ini lagi pemulihan, doain biar lekas sembuh," tutur Apendi.
Sementara yang lainnya, lanjut Apendi, menjalani isolasi mandiri baik di rumah dan di tempat karantina khusus Rumah Lawan Covid-19 milik Pemkot Tangsel.
"ASN yang positif lebih banyak yang OTG (orang tanpa gejala). Sekdis Pariwisata juga dari positif saat ini sudah negatif," pungkasnya.
Untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di lingkup ASN, pihaknya hingga saat ini menerapkan hanya 25% pegawai yang datang ke kantor.
"Sampai saat ini kita masih terapkan pegawai 25% saja dari kapasitas masing-masing di kantor dinas. Protokol kesehatan juga kita perketat. Mudah-mudahan jumlah ASN yang positif tidak bertambah," tutupnya.
Dalam data terakhir tercatat jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian hari terus meningkat. Terkini, ada penambahan 10 kasus positif Covid-19 menjadi 1.167 kasus.
AYO BACA : Jalan di Kabupaten Tangerang Bakal Dibanjiri Buruh 6-8 Oktober
Share this article
Apendi mengungkapkan, dari 20 ASN tersebut, kondisi paling parah dialami oleh Kepala Dinas Perhubungan Tangsel Purnama Wijaya.