AYOJAKARTA.COM – Masalah kabel udara yang menjuntai tak beraturan hingga tiang miring masih menjadi pemandangan sehari-hari yang meresahkan warga Jakarta.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa penataan kabel semrawut di Ibu Kota merupakan persoalan yang sangat banyak dan kompleks.
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI sudah melakukan penataan yang dilakukan secara bertahap seiring dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Meski payung hukum sudah tersedia, Pramono menyebut bahwa proses menanam kabel ke bawah tanah atau mengatur jaringan utilitas tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Jakarta.
"Hanya memang tidak bisa semuanya secara bersamaan karena begitu banyak dan kompleksnya persoalan kabel ini. Namun, dengan adanya perda tersebut, penataan segera dimulai," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Pramono berharap keberadaan Perda SJUT ini dapat menjadi landasan kuat agar jaringan utilitas di Jakarta lebih tertata rapi.
Hal ini dilakukan bukan hanya untuk mempercantik estetika kota, tetapi juga demi meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Persoalan kabel semrawut di Jakarta belakangan memang menjadi sorotan tajam karena telah memakan korban. Pada Kamis (18/6) lalu, seorang siswi SMAN 6 Jakarta dilaporkan tewas setelah tersangkut kabel yang menjuntai di Jalan Lauser, Kebayoran Baru.
Tak berhenti di situ, insiden serupa kembali terjadi pada Senin (6/7) kemarin. Seorang penumpang ojek online (ojol) terjerat kabel yang menjuntai saat melintas di Jalan Widya Chandra VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa penataan kabel semrawut di Ibu Kota merupakan persoalan yang sangat banyak dan kompleks.