TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Fraksi Gerindra-PAN Tangerang Selatan, Abdul Rahman, meminta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangsel ditutup secepatnya. Pasalnya, turap pembatas sampah TPA Cipeucang kini ambruk pada Kamis (21/5/2020) lalu, padahal baru selesai dibangun akhir 2019.
Ambruknya turap tersebut menimbun sebagian Sungai Cisadane, dan mengakibatkan aliran sungai tertutup sebagian. Kondisi tersebut kini menyebabkan air meluap hingga setengah meter, dan merusak ekosistem. Hal ini diprediksi bisa menimbulkan luapan air yang parah ke rumah warga jika hujan deras terjadi.
“Beberapa tahun lalu saya telah meminta TPA Cipeucang itu ditutup sebab tidak layak, saya sudah sampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tapi tidak direspon sampai hari ini, sampai terjadi longsor akibat turap yang baru dibangun beberapa bulan lalu,” katadalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (28/5).
AYO BACA : Pemkot Bekasi Siapkan Rumah Singgah bagi Pendatang
Selain mendesak Pemkot Tangsel segera menutup TPA, Abdul juga menilai TPA tersebut sudah membuat kerusakan lingkungan akibat pencemaran. Air sisa limnbah industri yang kerap merembes ke Sungai Cisadane mengkhawatirkan karena tanpa melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
"Ini jelas membahayakan bagi pengguna air Cisadane,” kata Abdul.
Tak hanya itu pembangunan TPA juga berdampingan dengan permukiman penduduk membuat kondisi tersebut sangat tidak sehat bagi masyarakat sekitarnya. Akibat kejadian ini tak hanya warga Tangsel yang mengalami dampaknya, tetapi juga masyarakat di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
AYO BACA : Bekasi Beri Kelonggaran PSBB bagi Pengusaha
“Pemkot harus meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Tangerang yang berada diseberang TPA Cipeucang karena aroma sampah. Juga kepada masyarakat Kota Tangerang atas tercemarnya air Sungai Cisadane,” kata Rahman.
Selain itu, dia menduga ada penyelewengan anggaran terkait ambruknya turap pembatas sampah. Diketahui pembangunan turap tersebut baru saja selesai dibangun pada akhir tahun 2019.
“Saya mencium aroma busuk dalam proyek pembangunan turap ini. Bagaimana mungkin bangunan seharga hampir Rp 24 miliar, hancur dalam beberapa bulan, jelas ini ada yang tidak benar dalam pelaksanaannya,” kata Rahman.
Pihaknya pun secara tegas meminta pengusutan tuntas proyek pembangunan. Ia berharap pihak berwajib dapat segera melakukan penyelidikan terkait pembangunan turap senilai miliaran rupiah.
AYO BACA : Ketinggian Air Hulu Kali Bekasi Normal

Share this article
"Ini jelas membahayakan bagi pengguna air Cisadane,” kata Abdul.