TANGERANG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten Tangerang sedang meninjau ulang penjualan air ke Jakarta. Pasalnya, persediaan air di wilayah tersebut semakin dibutuhkan masyarakat.
Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar mengatakan sudah mengirimkan surat ke Jakarta terkait permasalahan ini. Dia berharap, surat yang dikirimkannya segera ditindaklanjuti.
"Kita sudah kirim surat, kalau tidak ada respons dari sana ya kita setop," kata Zaki, ditemui di kantornya, Jumat (20/12/2019).
Air yang dikirimkan dari Tangerang tersebut kebanyakan mengisi wilayah perbatasan seperti Rempoa hingga Pondok Indah. Ke depannya, Zaki khawatir Tangerang tidak bisa menjual air ke wilayah-wilayah tersebut.
"Saya sudah ngomong di pertemuan Perpamsi, saya bilang saya mau revisi, mau tinjau ulang penjualan air ke Jakarta, karena kami sendiri butuh. Sementara debit air di Cisadane-nya sudah maksimal dipakai oleh PDAM kota dan kabupaten," kata dia.
Kabupaten Tangerang memiliki pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Setiap tahunnya, sebanyak 140 ribu orang tercatat menjadi penduduk baru di wilayah tersebut.
Dikatakan Zaki, jumlah tersebut belum termasuk orang-orang yang tidak terdaftar. Penduduk total Kabupaten Tangerang berjumlah sekitar 4 juta jiwa.
"Ada beberapa instalasi, kalau enggak salah di Serpong itu kita kirim ke DKI sekitar 3.000 liter perdetik," ujar dia.
Kabupaten Tangerang dan sekitarnya memiliki target mileniumm development goals (MDGs). Salah satu targetnya adalah sebesar 40 persen kebutuhan air bersih diberikan kepada masyarakat. Saat ini, Kabupaten Tangerang hanya mampu memenuhi sebesar 30 persen.
Terlepas dari MDGs, akan ada sustainable development goals (SDGs). Di dalam SDGs, targetnya menjadi lebih tinggi yakni 100 persen layanan air bersih masyarakat dipenuhi oleh pemerintah.
Share this article
Pemerintah Kabupaten Tangerang sedang meninjau ulang penjualan air ke Jakarta. Pasalnya, persediaan air di wilayah tersebut semakin dibutuhkan masyarakat. Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar mengatakan sudah mengirimkan surat ke Jakarta terkait permasalahan ini. Dia berharap, surat yang dikirimkannya segera ditindaklanjuti. "Kita sudah kirim surat, kalau tidak ada respons dari sana ya kita setop," kata Zaki, ditemui di kantornya, Jumat (20/12/2019).