AYOJAKARTA.COM - Banyak orang masih mengira laptop gaming hanya dibuat untuk bermain gim. Padahal, menurut Dedy Irvan, tech reviewer dari Youtube Jagat Review, “Laptop gaming itu sebenarnya lebih cocok disebut laptop high-performance, bukan sekadar laptop buat main game.”
Ia menjelaskan bahwa perangkat jenis ini justru sangat ideal untuk pekerjaan berat seperti desain grafis, video editing, hingga proyek 3D dan AI.
Salah satu keunggulan utama laptop gaming ada pada spesifikasi kelas atasnya. Dedy mencontohkan seri HP Omen Max 16 yang dibekali Intel Core Ultra HX 24-core serta GPU NVIDIA RTX 5080 Laptop.
Baca Juga: Punya Spesifikasi Gahar, Harga Laptop Advan Workplus Air Disebut Kemurahan
“Jenis prosesor dan GPU seperti ini didesain untuk aplikasi yang butuh jumlah core besar dan akselerasi tinggi,” jelasnya. Hasilnya, laptop gaming mampu menandingi performa workstation profesional dalam menangani software seperti Blender, Adobe Premiere, atau 3DS Max.
Dalam uji coba yang dilakukan, Dedy menunjukkan kemampuan luar biasa laptop gaming dalam mempercepat proses kerja. “Render 3D di Blender yang biasanya butuh 13 menit dengan prosesor saja, bisa diselesaikan dalam 1 menit 29 detik pakai GPU RTX 5080,” ungkapnya.
Begitu juga dengan ekspor video 4K berdurasi dua menit yang hanya memerlukan waktu 50 detik di Adobe Premiere Pro. Selain performa, kapasitas RAM dan penyimpanan besar menjadi nilai tambah.
Banyak laptop gaming kini hadir dengan RAM 32 GB yang dapat di-upgrade dan dua slot SSD untuk menyimpan file berukuran masif.
Layar dengan resolusi tinggi seperti 2.5K 100% sRGB juga membuatnya cocok untuk pekerja kreatif yang butuh akurasi warna. Tak hanya untuk desain dan video, laptop gaming juga unggul dalam komputasi AI offline.
GPU kuat seperti RTX 5080 mampu menjalankan aplikasi pembuat gambar berbasis AI tanpa koneksi internet. “Kita bisa jalankan AI generatif tanpa harus online, semua bisa diproses langsung di perangkat,” kata Dedy.
Kesimpulannya, laptop gaming bukan sekadar alat hiburan. Dengan performa tinggi, fleksibilitas upgrade, dan dukungan GPU tangguh, perangkat ini bisa jadi investasi produktif untuk profesional dan kreator konten. Seperti kata Dedy Irvan, “Punya laptop gaming itu bukan cuma buat main, tapi juga bisa buat cari uang.”***
Share this article
Laptop gaming tak cuma buat main, tapi juga kerja berat. Dengan CPU dan GPU kelas atas, performanya setara workstation, cocok untuk desain, editing, hingga AI.