JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Persija Jakarta tetap membayar gaji pelatih, maupun tim pendukungnya meski kompetisi Liga 1 2020 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan akibat pandemi COVID-19.
Manajemen Persija Jakarta telah memutuskan membayar gaji seluruh anggota tim sebesar 25 persen terhitung dari bulan Maret – Juni 2020.
Keputusan ini berdasarkan surat edaran PSSI yang diterbitkan 27 Maret lalu terkait penghentian kompetisi sementara serta rujukan penyesuaian besaran gaji untuk pemain, pelatih, dan ofisial selama kompetisi terhenti.
Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, menyatakan kebijakan tersebut yang terbaik dalam kondisi saat ini. Kondisi ini juga terjadi di klub sepak bola mancanegara.
Hal ini untuk menyelamatkan kelangsungan hidup tim yang secara otomatis mengalami pengurangan pemasukan pasca-tidak adanya pertandingan.
“Prinsipnya kita ikut instruksi PSSI. Saat ini semua tahu bahwa pemasukan klub bisa dibilang berhenti. Semua harus bergandengan tangan untuk melawan dan memerangi virus corona. Kesehatan tim adalah prioritas kami,” ujar Ferry Paulus, Rabu (8/4/2020).
Dengan dihentikannya Liga 1 2020 hingga situasi membaik, seluruh pemain tim berjulukan Macan Kemayoran dilburkan hingga waktu yang ditentukan lebih lanjut. Hal ini untuk mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran corona dan physical distancing.
Selanjutnya seluruh pemain melakukan latihan mandiri di rumah dengan materi yang diberikan tim pelatih. Para pemain juga diwajibkan menjaga kesehatan dan asupan makan serta vitamin.
Sedangkan untuk karyawan Persija Jakarta masih menjalankan pekerjaan seperti biasa dengan sistem kerja dari rumah.

Share this article