AYOJAKARTA.COM – Bermula dari kompetisi olah raga basket di sebuah mall yang berujung pada ejekan, kasus siswa dipaksa bersujud dan menggonggong mulai menyita perhatian.
Siswa SMA Gloria 2 Surabaya berinisial EN yang dipaksa bersujud dan menggonggong diduga sudah mengejek AL yang merupakan siswa dari Sekolah Cita Hati di medsos.
Sebelum dipaksa bersujud dan menggonggong siswa berinisial EN sempat didatangi oleh Ivan Sugianto yang merupakan orang tua AL, lawan mainnya di pertandingan.
Baca Juga: Review Tecno Pova 6 Pro: HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik Pakai Chipset Dimensity
Salah satu ejekan yang ditengarai membuat kasus ini kemudian menjadi sorotan adalah isi ejekan EN kepada AL dengan sebutan Anjing.
AL yang timnya kalah mengaku tidak terima dengan ejekan EN tersebut, kemudian melaporkannya kepada Ivan Sugianto hingga membuat murka.
Bersama sejumlah orang, pada 21 Oktober 2024 lalu Ivan Sugianto mendatangi SMA Gloria 2 dan mencari siswa EN hingga membuat sejumlah wali murid kuatir.
Sebagai bentuk tuntutan maaf kepada AL, Ivan Sugianto kemudian meminta EN untuk bersujud dan menggonggong hingga menyerupai seekor hewan.
Menurut Ira Maria yang merupakan orang tua EN, anaknya merupakan korban dari kesalahpahaman dari orang tua AL dengan pemilihan kalimat anaknya.
Kepada awak media, Ira mengaku anaknya tidak pernah mengejek AL dengan sebutan Anjing sebagaimana sudah terlanjur diberitakan.
Lebih lanjut Ira menegaskan, anaknya tidak pernah sekalipun melontarkan sebutan Anjing kepada siapapun sehingga menyebabkan salah dengar.
Baca Juga: Rekomendasi 5 HP Harga Rp2,5 Jutaan Terbaru di Bulan November 2024
“hanya AL ini mendengar kalau dikatakan mirip Pudel, dipanggil Pudel,” jelas Ira saat dimintai tanggapan.
Akibat dari perilaku Ivan Sugiant tersebut, Deborah Indriati yang merupakan Kepala Sekolah SMA Gloria 2 mengaku harus melakukan pemantauan terhadap EN.
Kepada awak media, Deborah menyebut pemantauan terhadap EN dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya trauma mental yang dialami siswanya.
Meski tidak mendapatkan penganiayaan fisik, Deborah yang sudah mendelegasikan persoalan kepada kuasa hukum mengaku kuatir dengan kondisi dari salah satu siswanya.
Sehubungan dengan tindakan hukum yang akan ditempuh oleh SMA Gloria 2, Sudiman Sidanukke memberikan tanggapan.
Menurut Sudirman, permasalahan siswa dipaksa bersujud dan menggonggong merupakan persoalan anak yang melibatkan orang tua.
“Karena peristiwa anak tadi merembet ke lingkungan sekolah dan itu membuat ketidak tenangan dari sekolah,” ungkap Sudirman.
Akibat perilaku Ivan Sugianto, Sudirman menambahkan para orang tua siswa mengaku cemas dan merasa ketakutan untuk melepas anaknya ke sekolah.
Karena itu sebagai langkah penanganan masalah, Sudirman menyerahkan persoalan tersebut kepada Pihak Kepolisian. ***

Share this article
Viral pengusaha asal surabaya Ivan Sugianto usai suruh murid SMA bersujud hingga menggonggong karena tak terima anak diejek usai kompetisi