AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini ramai diperbincangkan makanan yang dijual di daerah Surabaya, Jawa Timur dengan sebutan nasi minyak.
Akun TikTok @tiktok_kulineran sebut kuliner yang tengah digandrungi di Kota Pahlawan ini merupakan hidangan nasi dengan bebek goreng, kemudian dituangi bumbu khas Madura yang telah dipanaskan dengan minyak bekas menggoreng bebek (minyak jelantah).
Gurihnya bumbu dicampur minyak jelantah tersebut kemudian dipadu padankan dengan sambal dan nasi hangat semakin membuat penikmatnya kegirangan.
Namun sejak kembali viralnya makanan ini di media sosial, terdapat ahli gizi yang mengomentarinya dengan sederet informasi terkait bahaya minyak bekas gorengan atau yang awam disebut sebagai minyak jelantah tersebut.
Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jawa Timur, Agus Sri Wardoyo menjelaskan terkait bahaya makanan bercampur minyak jelantah jika dikonsumsi terlalu sering.
Agus menerangkan bahwa sifat bahaya dari minyak jelantah ini dikarenakan minyak bekas pakai ini dipakai berkali kali dengan suhu yang tinggi.
Selain itu Agus menambahkan jika dilihat dari sisi komposisinya, minyak jelantah ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh jika dikonsumsi.
"Dari sisi komposisinya akan meningkat dari sisi kolesterolnya," lanjut Agus, dikutip dari Republikapada Senin, 23 Januari 2023.
Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa minyak jelantah dapat menyebabkan penyakit yang lainnya seperti jantung, hipertensi, dan sebagainya.
Baca Juga: Viral Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer, Jampidum Buka Suara!
"Juga karena bahan dipanaskan berulang-ulang juga bersifat karsinogenik yang menimbulkan potensi kanker," ujarnya.
Di sisi lain Ayus juga menjelaskan bahwa minyak jelantah dalam jumlah besar lazimnya digunakan untuk biodiesel.
Kemudian selain memberikan edukasi terkait bahayanya, ia memberikan himbauannya agar masyarakat tidak mengkonsumsi minyak jelantah tersebut.
Baca Juga: Viral Lirik Lagu dan Terjemahan Flowers Miley Cyrus, Lagu untuk Sang Mantan!
"Itu tak lain karena minyak jelantah tersebut sangat tidak disarankan untuk dimakan lagi," pungkasnya.***

Share this article
Kata ahli gizi soal makanan yang dijual di daerah Surabaya, Jawa Timur dengan sebutan nasi minyak pakai minyak jelantah.