AYOJAKARTA.COM - Fenomena mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia sudah menjadi sorotan publik dari beberapa tahun silam.
Ini terjadi berdasarkan pantauan dari penjualan beberapa situs, harga tiket pesawat domestik untuk rute antarkota di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan rute maskapai dari atau ke luar negeri meskipun jaraknya lebih jauh.
Beberapa maskapai dalam negeri mematok harga tiket pesawat domestik kisaran Rp700 ribuan hingga Rp2 jutaan untuk satu kali penerbangan.
Polemik harga avtur di Indonesia kembali mencuat setelah banyak masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat domestik.
Disebut-sebut bahwa harga Avtur yang dijual oleh Pertamina menjadi salah satu penyebab utamanya.
Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Dwi Maher Yono juga menyoroti harga avtur di Indonesia dirasa masih lebih mahal dibandingkan dengan negara lainnya.
"Harga Avtur kita belum kompetitif," ujar Dwi, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Metro TV, hari Senin, 9 September 2024.
Menurutnya harga avtur memegang peranan sebesar 39,5% terhadap harga tiket pesawat yang dijual.
Minimnya kompetisi penyedia avtur karena Pertamina menjadi pemasok utama juga disebut sebagai salah satu penyebab tingginya harga avtur.
Hal ini berimbas pada biaya operasional maskapai yang berujung pada mahalnya harga tiket pesawat penerbangan domestik si Indonesia dibandingkan dengan negara lain.
Menanggapi isu yang beredar, akhirnya pihak Pertamina buka suara.
Heppy Wulansari, selalu Corporate Secretary, Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) membantah bahwa harga avtur di Indonesia termahal bahkan se Asia Tenggara seperti isu yang berkembang.
Menurutnya harga avtur yang dijual Pertamina sudah kompetitif dan mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.
“Harga publikasi Avtur di Indonesia bisa dikatakan cukup kompetitif dan lebih rendah bila dibandingkan harga publikasi per liter di negara yang memiliki kemiripan lanskap geografis,” ujar Heppy.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi Pertamina, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 17 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur Yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), harga avtur yang dijual Pertamina Patra Niaga rentang waktu 1-30 September 2024 di bandara Soekarno Hatta sebesar Rp 13.211/liter.
Jika dibandingkan dengan Singapura, harga avtur di Indonesia lebih rendah di bandingkan Singapura yang mencapai Rp 23.212/liter pada rentan periode yang sama.
Penetapan harga avtur yang dipasok oleh Pertamina diambil berdasarkan Mean of Plats Singapore (MOPS) sebagai acuan harga pasar terdekat.
Selain itu, Heppy juga menambahkan bahwa, rantai pasok avtur di Indonesia lebih kompleks dibandingkan negara lain.
Baca Juga: 2 Bansos Tunai Statusnya Sudah 'SP2D' di SIKS-NG, Nominal Bantuan Rp1,2 Juta dan Rp1,8 Juta
Tercatat ada 72 DPPU Pertamina yang menyediakan avtur dan tersebar di seluruh Indonesia.
Hingga sekarang, Pertamina Patra Niaga bukan hanya fokus untuk melayani Avtur pada bandara besar, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pasokan ketersediaan avtur di bandara kecil yang belum komersil.

Share this article
Polemik harga avtur di Indonesia kembali mencuat setelah banyak masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat domestik.