AYOJAKARTA.COM – Sebanyak 121 siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Dedi Irawan, menyampaikan bahwa para siswa yang terdampak berasal dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA seperti dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber.
Baca Juga: Resmi Meluncur di Indonesia! Intip Spesifikasi OPPO Pad 3, Punya Baterai Jumbo 9520mAh
Mereka mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG pada Senin, 5 Mei 2025, sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
Sebagai langkah cepat, Dinkes Sumsel telah mengirimkan tim surveilans dan pusat krisis ke lokasi untuk berkoordinasi dengan Dinkes PALI guna menelusuri penyebab pasti insiden tersebut.
Program MBG di PALI Dimulai Sejak Februari 2025
Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten PALI telah berjalan sejak Februari 2025.
Menurut Dedi, satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertugas menyalurkan makanan bergizi kepada sekitar 3.000 siswa dari berbagai sekolah di kabupaten tersebut.
"Sebelum bulan puasa, program MBG sudah berjalan. Satu SPPG melayani ribuan siswa dari beberapa sekolah di sana," jelasnya.
Baca Juga: Geger! Beda Data Kemiskinan Indonesia Versi BPS dan Bank Dunia, Begini Faktanya...
Penyebab Diduga karena Proses Pengolahan Makanan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap bahwa insiden di PALI kemungkinan besar disebabkan oleh proses masak yang dilakukan terlalu awal dan tidak segera dikirim ke sekolah.
"Kasus serupa juga terjadi di Bandung dan Tasikmalaya. Masakan dimasak terlalu pagi, kemudian dibiarkan terlalu lama sebelum dikirim. Ini menyebabkan potensi kontaminasi meningkat," ujarnya.
Dadan menambahkan bahwa dalam kasus di PALI, bahan baku berupa ikan diterima pada hari Jumat dan disimpan dalam freezer.
Selanjutnya, ikan tersebut dimasak setengah matang, dibekukan kembali, lalu diolah kembali sebelum didistribusikan.
"Meski hasil uji laboratorium menunjukkan makanan dalam kondisi baik, namun faktanya terjadi kasus di lapangan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk lebih ketat dalam pemilihan bahan baku dan menyarankan agar menggunakan bahan yang lebih segar," kata Dadan.
Baca Juga: Beda Sikap Soal Gibran Sebagai Wapres, Benarkah Persatuan Purnawirawan Tandingan Forum Purnawirawan?
Pemerintah Evaluasi Prosedur Pengolahan MBG
Sebagai tindak lanjut, BGN dan Dinkes akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengolahan dan distribusi makanan pada program MBG.
Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terjadi di daerah lain.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
Namun, kasus dugaan keracunan di PALI menjadi peringatan penting agar pelaksanaan program dilakukan dengan standar keamanan pangan yang tinggi.***

Share this article
Sebanyak 121 siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami dugaan keracunan MBG