AYOJAKARTA.COM – Tahun 2025 menjadi tahun penuh kontroversi bagi salah satu Universitas terbaik di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Terdapat sederet kasus yang menyeret nama dan mencoreng kredibilitas Universitas asal Yogyakarta ini.
Mulai dari polemik panjang terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo hingga tragedi kematian mahasiswa Argo, berbagai peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas dan reputasi kampus elite tersebut.
Artikel ini mengulas empat kasus utama yang mengguncang UGM sepanjang tahun ini dan dampaknya terhadap citra institusi.
4 Kasus yang mencoreng kredibilitas Universitas Gadjah Mada
Berikut empat kasus utama yang mencoreng kredibilitas Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini:
1.Kasus Kekerasan Seksual (KS) di Lingkungan Kampus
Kasus pencabulan seorang dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencuat pada tahun 2024-2025 dengan terungkapnya tindakan KS yang dilakukan oleh seorang Guru Besar Fakultas Farmasi, Profesor Edy Meiyanto.
Setelah melalui proses pemeriksaan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan KS (PPKS) UGM dan Komite Pemeriksa, Edy dinyatakan terbukti melakukan pelecehan terhadap belasan mahasiswi, baik di lingkungan kampus maupun di rumahnya.
Baca Juga: Diumumkan 28 Mei 2025! Ini 42 Link Mirror Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2025, Website Resmi PTN
2.Kasus Kematian Mahasiswa Argo
Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan dua mahasiswa UGM, di mana Argo Ericko Achfandi meninggal dunia setelah ditabrak mobil BMW yang dikemudikan oleh mahasiswa lain dari FEB UGM, Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan. Kasus ini memicu duka dan sorotan terhadap keselamatan serta tanggung jawab di lingkungan kampus.
3.Kontroversi Ijazah dan Skripsi Presiden Joko Widodo
UGM terseret dalam kontroversi tuduhan pemalsuan ijazah dan skripsi Presiden Joko Widodo. Meskipun UGM telah memberikan klarifikasi dan menegaskan dokumen tersebut asli berdasarkan arsip fakultas, isu ini tetap menjadi perbincangan hangat dan menimbulkan kritik terhadap integritas akademik kampu.
4.Mosi tidak percaya rektor
Belakangan ini, BEM UGM telah mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Rektor atas keterlibatan rezim pemerintah sebagai bentuk keberpihakan kampus kepada rakyat, bukan kepada penguasa.
Mereka menilai UGM telah kehilangan jati diri sebagai "kampus kerakyatan" dan hanya menjadi slogan kosong.
Keempat kasus ini secara signifikan menurunkan citra dan kredibilitas UGM di mata publik dan sivitas akademika, menuntut perhatian serius dari pimpinan kampus untuk perbaikan dan transparansi. ***

Share this article
Tahun 2025, UGM diterpa 4 kasus besar: pelecehan seksual, kematian mahasiswa, kontroversi ijazah Jokowi, dan mosi tak percaya rektor.