AYOJAKARTA.COM – Usai menuai berbagai sorotan karena makan siang bersama Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco, Wapres Gibran Rakabuming kembali mencuri perhatian.
Hal ini terjadi saat upacara Gelar Pasukan Operasional, Gibran tertangkap kamera mengabaikan sejumlah menteri di kabinetnya.
Selain tidak memberikan jabatan tangan kepada AHY, Wapres Gibran Rakabuming juga tampak tidak mengindahkan keberadaan Bahlil, Muhaimin Iskandar serta Zulkifli Hasan.
Baca Juga: Jarang Tertulis di Buku Sejarah, Ini Sederet Fakta Unik Pembacaan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945
Berbeda dengan Presiden Prabowo yang menyempatkan diri menyalami seluruh menterinya, sikap Wapres Gibran disebut-sebut sebagai minimnya adab.
Sikap cuek yang ditunjukkan Gibran kepada sejumlah menterinya mulai menuai sorotan, setelah ekspresi AHY menjadi perhatian kalangan warganet.
Terkait dengan sikap cuek yang diperlihatkan oleh Gibran, Muslim Arbi selaku Direktur Gerakan Perubahan menganggap hal tersebut sebagai bentuk kuatnya tensi politik.
Kuatnya narasi mengenai dugaan ijazah palsu, pemakzulan Gibran yang diduga melibatkan Partai Biru ditengarai menjadi akar permasalahan.
Ekspresi yang diperlihatkan Gibran kepada AHY, menurut Muslim merupakan indikasi kuatnya ketegangan antara Kubu Solo dengan kubu Pacitan.
Terlebih munculnya narasi pemakzulan terhadap Gibran juga sempat membuat nama AHY melambung, sehingga dianggap publik sebagai rivalitas politik.
Berbeda pandangan dengan Direktur Gerakan Perubahan, Andi Azwan selaku Waketum Jokowi Mania menganggap sikap Wapres Gibran sebagai hal yang lumrah.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Drone yang Punya Fitur Oke dari Ratusan hingga Jutaan!
Selain karena intensitas pertemuan yang sering terjadi di kabinet, sikap Wapres Gibran menurut Andi juga tidak perlu diasumsikan melalui perspektif politik.
“Itu hal yang biasa-biasa saja, jadi kita tidak akan menanggapinya secara politik, mungkin karena protokoler,” ujar Andi.
Terkait dengan adanya anggapan yang menyebut bahwa hubungan antara Wapres Gibran dengan AHY mengalami keretakan, Andi memastikan hal tersebut tidak benar.
Andi menambahkan, hubungan antara AHY dengan Wapres Gibran masih dalam keadaan baik-baik saja serta tidak mempengaruhi kinerja di kabinet.
Menurut Pengamat Politik Adi Prayitno, penyebab momen tersebut menuai sorotan adalah karena Gibran dinilai kurang mengimplementasikan budaya timur.
Berjabat tangan atau bersalaman, menurut Adi merupakan salah satu indikasi eratnya hubungan silaturahmi.
Adanya kejanggalan yang diperlihatkan oleh Wapres Gibran serta ekspresi tatapan AHY, menurut Adi membuat publik mulai berspekulasi.
Salah satu alasan yang membuat publik mengabaikan sikap Gibran kepada Ketua Umum Golkar, PKB dan PAN; adalah karena tidak dianggap ancaman atau bukan Partai Biru.
“Beda cerita kalau tidak menyalami AHY, pasti dikait-kaitkan soal Partai Biru dan Orang Besar,” ungkap Adi dikutip Ayojakarta dari Official iNews. ***

Share this article
Hal ini terjadi saat upacara Gelar Pasukan Operasional, Gibran tertangkap kamera mengabaikan sejumlah menteri di kabinetnya.