AYOJAKARTA.COM – Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari pertama kali naskah Proklamasi diproklamirkan oleh Presiden Soekarno.
Berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, tempat bersejarah pembacaan naskah Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Presiden Soekarno kini dikenal dengan Tugu Proklamasi.
Berlangsung sederhana dan khidmat, pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 dilakukan pada pukul 10:00 di Hari Jumat saat Ramadhan.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Drone yang Punya Fitur Oke dari Ratusan hingga Jutaan!
Menjadi penanda dimulainya babak baru bagi bangsa Indonesia, peristiwa menjelang dibacakannya naskah proklamasi menyimpan sederet peristiwa yang turut menjadi sejarah.
Meski tidak tertulis atau tercantum dalam buku-buku sejarah, berikut adalah sejumlah fakta unik yang mewarnai proses lahirnya bangsa Indonesia.
Fakta Unik Proklamasi RI
Fakta unik pertama yang terjadi menjelang peristiwa pembacaan naskah proklamasi adalah dokumen sempat dibuang ke tempat sampah.
Naskah proklamasi yang sebelumnya ditulis tangan oleh Presiden Soekarno, kemudian ditemukan oleh seorang Wartawan asal Aceh bernama Burhanuddin Mohammad Diah.
Tersimpan selama 47 tahun, naskah asli Proklamasi yang ditulis Soekarno kemudian diserahkan ke Museum Arsip Nasional pada tahun 1992.
Fakta unik selanjutnya yang terjadi seputar pembacaan naskah Proklamasi pada 17 Agustus 1945 adalah adanya upaya penyitaan dokumentasi oleh Tentara Jepang.
Baca Juga: Polemik Ijazah Palsu Jokowi vs Roy Suryo Cs: Dosen UNHAS Beberkan Solusi Simple yang Bisa Dilakukan
Melalui tangan salah seorang fotografer bernama Frans Mendur yang saat itu ikut mengabadikan momen bersejarah Indonesia, hasil dokumentasi sengaja dikubur.
Tepat di bawah sebuah pohon yang berada di depan kantor harian Asia Raya, bukti tersebut berhasil luput dari penggeledahan serdadu Jepang.
Meski dikemudian hari sempat diinterogasi oleh tentara Jepang, Frans memilih untuk berdusta mengenai keberadaan negatif film dokumentasi hari proklamasi.
Fakta unik ketiga yang tidak ditemukan di buku sejarah adalah pembacaan naskah proklamasi 17 Agustus sempat direkam ulang di RRI.
Perekaman ulang pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno yang digagas Jusuf Ronodipuro, dilakukan karena teknologi saat itu belum memadai.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Jadikan Gigi Balang sebagai Ikon Betawi, Ternyata Punya Makna Filosofis Ini Loh
Fakta unik selanjutnya yang terjadi seputar pembacaan naskah Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah disusun di rumah Laksamana Maeda, seorang Perwira Jepang di kawasan Menteng.
Tidak tertulis dalam buku sejarah, fakta unik kelima yang terjadi seputar pembacaan naskah proklamasi adalah Presiden Sukarno dalam keadaan sakit Malaria.
Berselang dua jam sebelum pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dibacakan, Presiden Soekarno bahkan masih terbaring.
Setelah disambangi oleh Muhammad Hatta, mendekati pukul 10:00 Soekarno mulai beranjak dari tempat tidur untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. ***

Share this article
Meski tidak tertulis dalam buku-buku sejarah, berikut adalah sejumlah fakta unik yang mewarnai proses lahirnya bangsa Indonesia