AYOJAKARTA.COM - Trend Indonesia calling yang sempat menjamur menjelang perayaan Hari Kemerdekaan masih belum sepenuhnya redup.
Usai puncak perayaan Hari Kemerdekaan berakhir, wisatawan asing dari berbagai negara yang sempat mengikuti trend Indonesia calling mulai bersiap kembali ke negara asal.
Bersiap untuk kembali ke negara asal, trend Indonesia calling yang marak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan kini mulai mendatangkan rasa duka bagi para WNA.
Baca Juga: Bapemperda DPRD DKI Jakarta Targetkan 13 Perda Rampung Tahun Depan: Naik 25 Persen dari Tahun Ini
Anggapan awal di dalam pikiran yang dipenuhi dengan dugaan bahwa Indonesia bukan negeri yang ramah, tidak aman dan berbahaya, seketika berubah.
Berkunjung singkat ke Indonesia dengan membawa harapan sederhana, para wisatawan asing justru merasakan hal berbeda selama berada di tanah Nusantara.
Sikap santun dan ramah yang ditunjukkan warga, keragaman budaya hingga aneka jenis kuliner Nusantara dan mulai terbiasa di lidah, membuat banyak WNA merasa betah.
Gaya hidup dan cara pandang kebanyakan masyarakat yang sarat dengan ajaran filosofis dan teologis, juga membuat banyak WNA merasa berat meninggalkan Indonesia.
Meski kunjungan berlangsung singkat, tidak sedikit WNA merasa sedih karena harus kehilangan momen berharga yang sempat membekas di hati.
Indonesia dengan segala macam pengalaman unik yang ditawarkannya, menurut banyak WNA dari berbagai negara ibarat rumah bagi pengembaraan jiwa.
Baca Juga: Redmi Note 14 SE Resmi Rilis: HP Spesial dengan Chipset MediaTek Dimensity Punya Harga Terjangkau
Di tengah banyaknya sanjungan yang ikut mewarnai trend Indonesia Memanggil, kabar tidak sedap justru datang dari salah seorang WNA asal Amerika.
Jamaica, seorang WNA asal Amerika mengaku sudah kehilangan uang tunai sekitar US $5000 lebih saat berada di Bandara Soekarno-Hatta.
Ditinggal selama beberapa saat untuk pergi ke kamar mandi, Jamaica mengaku uang yang disimpan di dalam dompet tiba-tiba hilang.
Demi bisa mendapatkan kembali uang miliknya, Jamaica meminta agar Petugas bea cukai bersedia untuk membuka rekaman CCTV namun ditolak petugas bea cukai.
Tanpa adanya kejelasan, Jamaica sempat menanti kepastian dari sekitar jam 12 Siang hingga pukul 22 sebelum akhirnya memutuskan bersuara lewat unggahan video.
Dalam waktu singkat, video unggahan Jamaica yang berisi informasi tentang buruknya pelayanan petugas bea cukai Bandara Soetta tersebar ke berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Hari Ini BMKG: 1 Lokasi di Wilayah DKI Jakarta akan Diguyur Hujan!
Menyikapi keluhan tersebut, ribuan warganet mendesak agar Mahkamah Internasional melakukan penyelidikan kepada oknum Petugas bea cukai.
Selain karena mempermalukan nama Indonesia, ulah oknum petugas bea cukai yang masih bersifat dugaan juga menambah daftar kelam pejabat publik.
“Viralin aja ke seluruh dunia, biar malu sekalian negara ini emang udah kritis,” komentar warganet pemilik akun @*izzfaw* yang disukai belasan warganet lainnya. ***

Share this article
Trend Indonesia calling yang sempat menjamur menjelang perayaan Hari Kemerdekaan masih belum sepenuhnya redup.